Ketika 200 Marinir Ikut Tanam 54 Ribu Bibit Terumbu Karang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak mengamati terumbu karang saat mengikuti Pendidikan lingkungan hidup di Kampung Awat, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 27 April 2015. Kegiatan belajar tentang lingkungan hidup tersebut digelar oleh Dinas Pendidikan dan The Nature Conservancy (TNC). TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah anak mengamati terumbu karang saat mengikuti Pendidikan lingkungan hidup di Kampung Awat, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 27 April 2015. Kegiatan belajar tentang lingkungan hidup tersebut digelar oleh Dinas Pendidikan dan The Nature Conservancy (TNC). TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO , Lamongan: Tentara peduli lingkungan laut. Itulah yang dilakukan 200 anggota Marinir Karangpilang, Surabaya, yang beramai-ramai menanam 54 ribu batang bibit terumbu karang di Pantai Utara, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    Aksi peduli lingkungan anggota Resimen Artileri I Marinir, Karang Pilang ini, bagian dari program pencegahan abrasi akibat gelombang besar di pantai. Aksi tanam bibit terumbu karang ini bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten Lamongan.

    Kegiatan tanam bersama dilakukan di perairan Desa Loh Gung dan Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, mulai Sabtu pagi. Aksi tanam para Marinir juga dibantu warga perkampungan nelayan dan juga Pegawai Negeri Sipil Pemerintahan Kabupaten Lamongan.

    Beberapa jenis tanaman laut, seperti bibit terumbu karang, cemara udang, dan juga bakau, ditanam di kawasan pantai—tak jauh dari pelabuhan perbatasan Lamongan dengan Tuban.

    Menurut Wakil Komandan Resimen Artileri I Marinir Karang Pilang, Letnan Kolonel Marinir Ainur Rofiq, terumbu karang memiliki manfaat besar menjaga biota laut. Selain itu, terumbu karang juga penyedia nutrisi dan makanan ikan di perairan pantai.

    "Ya, kami sebagai angkatan laut, tentu harus peduli,” ujar Ainur di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Sabtu, 15 Agustus 2015. Dia mencontohkan, Indonesia adalah negara maritim terbesar dunia dengan luas perairan mencapai 93 ribu kilometer.

    Sedangkan terumbu karang Indonesia, menurut Ainur, masuk dalam wilayah segitiga karang dunia atau coral triangle, dan pusat keanekaragaman hayati dunia. Karenanya, ia menegaskan, marinir dan masyarakat harus peduli menjaga kelestarian laut.

    Pelaksana Harian Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, wilayah garis pantai Lamongan mencapai 47 kilometer. Beberapa di antaranya dibangun kawasan industri pariwisata laut. Namun pemerintah Lamongan juga peduli dengan ekosistem dan penyelamatan biota laut.

    Sebab itulah, kata Yuhronur, dirinya menaruh simpati terhadap aksi yang dilakukan Marinir Karang Pilang dengan melakukan gerakan tanam bibit terumbu karang. "Gerakan ini tentu sangat kami dukung," kata Ainur dalam acara tersebut.

    Data Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebutkan saat ini terdapat sedikitnya 700 buah terumbu karang buatan di pesisir Lamongan. Jumlah terumbu karang buatan sekitar 8 hektare yang tersebar di enam desa.

    Lahan terumbu karang itu ada di Kecamatan Paciran, tepatnya di desa Kandang Semangkon, Waru, Tunggul, Kemantren, Sidokelar, serta desa Labuhan Kecamatan Brondong. Diproyeksikan, tiap tahun ada perluasan areal terumbu karang.

    SUJATMIKO


    Berita Menarik
    Nih, Alasan Aurel Hermansyah Dicap Anak Durhaka oleh Haters
    Mau Tahu Sikap Pacar yang Sebenarnya? Coba Lakukan Ini
    Heboh Go-Jek: Bisa Dapat Rp 1 Juta per Hari, Sarjana pun Ada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.