Hawk MK-53, Koleksi Terbaru Museum Dirgantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim akrobatik Jupiter TNI AU pertama kali dibentuk pada tahun 1996, dengan modal 4 buah pesawat Hawk MK-53. Pada tahun 1997 tim JAT tampil perdana, pada HUT TNI ke 57. Namun memasuki tahun 2000, kemampuan pesawat Hawk semakin menurun sehingga atraksi tim JAT terhenti. TNI-AU Facebook

    Tim akrobatik Jupiter TNI AU pertama kali dibentuk pada tahun 1996, dengan modal 4 buah pesawat Hawk MK-53. Pada tahun 1997 tim JAT tampil perdana, pada HUT TNI ke 57. Namun memasuki tahun 2000, kemampuan pesawat Hawk semakin menurun sehingga atraksi tim JAT terhenti. TNI-AU Facebook

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Koleksi pesawat tempur Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala kini bertambah dengan kehadiran Hawk MK-53. Pesawat tempur yang dioperasikan sejak 1980 buatan British Aerospace ini memasuki purnatugas pada Maret lalu. Posisinya kini digantikan pesawat tempur jenis baru, T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan.

    Kepala Museum Dirgantara Kolonel Sus Sudarno mengatakan Hawk MK-53 menjadi koleksi ke-43 museum. Pesawat tempur yang sebelumnya dioperasikan Skuadron 15 Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Madiun, diterbangkan langsung dari pangkalannya ke Yogyakarta, Maret lalu. “Tapi baru ditarik ke museum pada bulan ini,” ujar dia, Rabu lalu.

    Menurut Sudarno, selama menjadi alat utama sistem persenjataan, Hawk MK-53 banyak prestasi.


    Bersama tim aerobatik, Jupiter, pesawat tempur ini ikut dalam kegiatan penerbangan nasional dan internasional.

    Hawk MK-53 juga pernah dilibatkan dalam berbagai operasi militer, seperti operasi pengamanan pulau terluar, operasi pengamanan perbatasan, operasi Alpha Oscar, dan operasi pengamatan udara. Selain itu, pesawat tempur latih ini menjadi tempat belajar para penerbang Angkatan Udara.

    Sudarno mengatakan Hawk Mk-53 memiliki dua kursi di kokpit yang menjadikannya pesawat latih terbaik. “Kemudi depan dan belakang saling terhubung,” ujar dia. Dalam latihan, instruktur dapat mengetahui jika terjadi kesalahan oleh siswa.

    Saat ini, Hawk MK-53 masih dalam pengamanan oleh Skuadron Teknik 042 Adistujipto. Pengamanan yang dilakukan berupa pengambilan bahan peledak di injection seat pesawat. “Agar tidak berbahaya bagi pengunjung, bagian-bagian berbahaya kami amankan dulu,” kata Kepala Bengkel Skuadron, Sandi.

    RADITYO KUSWIHATMO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.