HUT RI, Naik Kereta Api Diesel Bojonegoro-Surabaya Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga sedang menunggu keberangkatan di dalam kereta saat mudik gratis menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD) di Stasiun Pasar Turi, Surabaya (25/8). Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk pertama kalinya di Indonesia memberikan layanan mudik gratis menggunakan kereta api dengan rute Surabaya-Bojonegoro. Layanan mudk gratis menggunakan kereta api ini akan digelar hingga H+7 lebaran. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah warga sedang menunggu keberangkatan di dalam kereta saat mudik gratis menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD) di Stasiun Pasar Turi, Surabaya (25/8). Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk pertama kalinya di Indonesia memberikan layanan mudik gratis menggunakan kereta api dengan rute Surabaya-Bojonegoro. Layanan mudk gratis menggunakan kereta api ini akan digelar hingga H+7 lebaran. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Bojonegoro: PT Kereta Api Indonesia menggratiskan penumpang yang naik kereta tujuan Surabaya-Bojonegoro, pada Senin 17 Agustus 2015. Kebijakan itu diambil untuk memperingati HUT RI ke-70. “Ini sudah aturan kita,” ujar juru bicara PT KAI Daerah Operasional IV Suprapto pada Tempo Sabtu 15 Agustus 2015.

    Meski demikian, program naik kereta api gratis ini, hanya berlaku satu hari saja. Selain itu, kereta yang digratiskan, hanya Kereta Rel Diesel (KRD) untuk jurusan Bojonegoro-Sidoardjo. Kereta api bersubsidi ini akan melayani masyarakat dari pukul 08.00 dan pukul 13.00 waktu setempat.

    Menurut Suprapto, untuk jalur Bojonegoro-Surabaya, sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Sedangkan jumlah gerbongnya sekitar empat unit, di mana satu gerbong berisi 106 orang atau total sekali angkut sebanyak 424 orang. Meski tanpa dipungut bayaran, KRD yang mengangkut saat 17 Agustus, berjalan rapi. Yaitu masing-masing tempat duduk hanya diisi satu orang.

    Kereta api gratis pada 17 Agustus ini, menggunakan KRD yang sehari-hari melayani jalur Bojonegoro-Babat-Lamongan-Gresik-Surabaya-Sidoardjo. Tarifnya, sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per orang.

    Kereta api murah yang banyak bermanfaat bagi mahasiswa asal Bojonegoro dan berkuliah di Surabaya dan Malang ini mulai dibuka 1 April 2015 silam. Dan terbukti, selama empat bulan terakhir ini, penumpangnya selalu penuh. ”Ya, ini termasuk kereta murah,” kata Suprapto.

    Jika dibandingkan dengan bus umum, KRD ini, cukup murah. Misalnya untuk jurusan Bojonegoro-Surabaya, jika naik bus tarifnya di atas Rp 23 ribu per orang dan untuk Bojonegoro-Sidoardjo bisa Rp 30 ribu per orang. Sementara lewat kereta api diesel hanya mengeluarkan uang di bawah Rp 10 ribu per orang. “Jadi, ini kereta api murah meriah,” ujar Sunoto, pedagang baju asal Bojonegoro, pada Tempo Sabtu 15 Agustus 2015.

    Sunoto berharap, jenis kereta api ini, jumlah layanannya, terutama gerbong ditambah. Dari sebelumnya empat gerbong bisa ditarik menjadi delapan gerbong. Selain murah, jadwal pemberangkatan pagi hari dari Bojonegoro bisa membantu para pegawai. Terutama yang berdomisili di Babat dan Lamongan.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.