Papua Nugini Turunkan Merah-Putih, TNI Tambah Serdadu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berfoto bersama KASAD Letnan Jenderal TNI Mulyono (kiri), sesusai dalam upacara serah terima jabatan KASAD di Markas Besar Angkatan Daratan, Jakarta, 15 Juli 2015. Secara resmi Letjen TNI Mulyono menjabat sebagai KASAD, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang telah menjabat sebagai Panglima TNI. TEMPO/Imam Sukamto

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berfoto bersama KASAD Letnan Jenderal TNI Mulyono (kiri), sesusai dalam upacara serah terima jabatan KASAD di Markas Besar Angkatan Daratan, Jakarta, 15 Juli 2015. Secara resmi Letjen TNI Mulyono menjabat sebagai KASAD, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang telah menjabat sebagai Panglima TNI. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pasukannya akan menurunkan pasukan tambahan di perbatasan Papua dan Papua Nugini. Penambahan pasukan itu sehubungan dengan adanya upaya tentara Papua Nugini yang memaksa warga menurunkan bendera Merah Putih.

    Berita Menarik
    Nih, Alasan Aurel Hermansyah Dicap Anak Durhaka oleh Haters
     

    Mau Tahu Sikap Pacar yang Sebenarnya? Coba Lakukan Ini

    "Langkah yang kami lakukan sekarang adalah menempatkan pasukan di sana," kata Gatot di Istana Negara, Sabtu, 15 Agustus 2015. "Memang tidak mungkin di setiap kampung ada pasukan, tapi kami sudah mengajukan kepada Kementerian Pertahanan untuk mengajukan protes nota diplomatik."

    Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan perbatasan antara Papua Nugini dan Papua memang hanya sekitar 1,2 kilometer. Wilayah tersebut masih menjadi sengketa terutama soal perbatasan dengan Indonesia.

    Baca Juga:
    Heboh Go-Jek: Bisa Dapat Rp 1 Juta per Hari, Sarjana pun Ada
     

    Jokowi Dilapori 4 Calon Pimpinan KPK Bermasalah, Reaksinya...
     

    Sebelumnya, 14 tentara Papua Nugini berseragam loreng dan bersenjata meminta warga Indonesia di Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Merauke, Papua, menurunkan bendera Merah Putih yang sedang dikibarkan. Alasannya, permukiman di kampung itu dianggap masuk wilayah negara Papua Nugini. 

    Padahal permukiman Yakyu jelas di wilayah Indonesia, yakni di Merauke. Penghuni kampung dan permukiman itu kebanyakan berasal dari suku Kanum bermarga Maywa. Mereka pernah eksodus pada tahun 80-90-an ke Kampung Weyam, Papua Nugini. Permukiman itu dihuni 19 kepala keluarga atau 74 jiwa sejak 22 Juni 2011.

    REZA ADITYA

    Berita Populer 
    Sepasang Kekasih Daftar Jadi Sopir Go-Jek Demi Biaya Nikah

    KERETA CEPAT: Pengalaman Naik Kereta Secepat Peluru (Bag. 4)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.