Kebiasaan Baru SBY, Kopdar Bersama Follower  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato politiknya usai ditetapkan menjadi ketum periode 2015-2020 dalam penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. Dalam pidato politiknya SBY membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan kerja selama lima tahun kedepan. TEMPO/Nurdiansah

    Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato politiknya usai ditetapkan menjadi ketum periode 2015-2020 dalam penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. Dalam pidato politiknya SBY membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan kerja selama lima tahun kedepan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dalam perjalanan menuju kota kelahirannya, Pacitan, Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono singgah di Yogyakarta dan menggelar pertemuan atau kopi darat (kopdar) dengan sejumlah follower atau pengikutnya di media sosial. Kopdar bersama SBY itu berlangsung di Restoran Bale Raos, kompleks Keraton Yogyakarta, Jumat petang, 14 Agustus 2015.

    Kopdar tersebut tidak hanya diikuti follower SBY, tapi juga pengikut istrinya, Kristiani Herawati, yang aktif di media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram. Mereka yang hadir di Bale Raos tersebut berasal dari Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. "Setiap singgah di berbagai kota, saya dan Ibu Ani punya tradisi selalu bertemu dengan follower," ujar SBY seusai kopdar.

    Kopdar berlangsung dua jam sejak pukul 19.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut, tidak tampak politikus Partai Demokrat atau bekas menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang biasanya ikut bersama SBY dalam beberapa pertemuan. Menurut General Manager Bale Raos Sumartoyo, SBY memesan untuk 50 porsi. Menu-menu yang dipesan SBY, menurut Sumartoyo, hanyalah menu sederhana. Seperti tahu, tempe, dan sayur lodeh. "Untuk daging, ada dendeng ragi, murah kok," ucapnya.

    SBY menuturkan pertemuan itu hanya untuk berbicara yang enteng-enteng saja dan penuh kekeluargaan. "Saya sebagai orang tua, sebagai senior, tugas saya memotivasi mereka semua agar optimistis, berpikir positif, berjiwa terang, dan bekerja keras untuk masa depan," katanya tentang kopdar yang rata-rata diikut anak muda tersebut.

    SBY mengaku senang saat diminta pengikutnya untuk berbagi kiat sukses menjalani hidup. "Saya katakan, tak pernah ada jalan yang lunak dalam hidup, selalu ada cobaan, dan kadang tak ringan cobaan itu," ucapnya.

    Salah satu pengikut SBY yang turut dalam kopdar itu, Herjuna Ardi, 21 tahun, mengaku mengagumi SBY dan keluarganya sejak masih menjadi presiden hingga kini. "Karena Pak SBY itu orang yang komplet, bekas presiden, seorang jenderal, juga profesor, layak dikagumi," ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang itu.

    Dari pertemuan itu, penyiar radio itu menuturkan para fan SBY sepakat membentuk perkumpulan Indonesia Future Society atau disingkat IFS. "Perkumpulan ini bukan untuk politik, tapi murni sosial sebagai ajang silaturahmi antar-penggemar SBY," kata Herjuna, yang diantar orang tuanya.

    Martanto, ayah Herjuna, menyatakan senang mengantar anaknya bertemu dengan SBY meski harus menempuh perjalanan dari Magelang ke Yogya. "Yang penting, kegiatan dia jelas. Siapa tahu juga kelak saat kerja bisa terbantu dengan pengalamannya ini," ucapnya.

    Tidak hadir dalam sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat pada Jumat, 14 Agustus 2015, dengan agenda pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo, SBY memilih pulang kampung ke Pacitan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesi.

    PRIBADI WICAKSONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.