Pilkada Serentak, Mendagri Lantik Pejabat Gubernur Sumbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reydonnyzar Moenek Kapuspen Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    Reydonnyzar Moenek Kapuspen Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.COPadang - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Reydonnyzar Moenek sebagai pejabat Gubernur Sumatera Barat, Sabtu, 15 Agustus 2015. Saat ini Reydonnyzar Moenek menjabat Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. 

    "Pejabat Gubernur dilantik Mendagri atas nama Presiden RI pukul 11.00 pagi ini," ujar Kepala Bagian Penerangan Biro Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Zardi, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    Pelantikan diselenggarakan di Gedung Sasanabakti Praja lantai III Kementerian Dalam Negeri. Pelantikan dihadiri Ketua DPD pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian, wali kota dan bupati di Sumatera Barat, anggota DPRD Sumatera Barat, dan SKPD Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. "Mendagri meminta ada sambutan gubernur yang lama, sebelum Mendagri menyampaikan sambutannya," ujar Zardi.

    Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Mardi mengatakan masa jabatan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan wakilnya, Muslim Kasim, berakhir pada 15 Agustus 2015. Kedua inkumben itu bertarung pada pemilihan kepala daerah 2015. "Untuk mengisi kekosongan pemerintahan, Presiden menunjuk pejabat gubernur," tuturnya. 

    Yang ditunjuk adalah Reydonnyzar. Ia berasal dari Sumatera Barat. Sebelum menjabat Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, ia pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri.

    Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan sudah meninggalkan rumah dinas dan menanggalkan fasilitas dari negara. "Saya sudah berkemas dan akan kembali menjadi manusia 'normal'," ucapnya. 

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?