Aher: Dulu Sehabis Istisqa Langsung Hujan, Sekarang?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi imam salat Istisqo di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 14 Agustus 2015. Salat meminta hujan ini diikuti sebagian staf pemerintahan provinsi dan warga masyarakat umum. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi imam salat Istisqo di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 14 Agustus 2015. Salat meminta hujan ini diikuti sebagian staf pemerintahan provinsi dan warga masyarakat umum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengirimi surat pada semua bupati/wali kota di wilayahnya untuk menggelar salat istisqo sepanjang musim kemarau ini. “Terus kita imbau, saya sudah menulis surat ke bupati/walikota untuk digelar Istisqo,” kata Ahmad di Bandung, 14 Agustus 2015.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan, bersama pegawai pemerintah provinsi kembali menggelar salat Istisqa, salat minta hujan di halaman Gedung Sate. Salat serupa sempat dilakukannya pada akhir bulan lalu selepas Salat Jumat. “Saya ingin di sini, kalaupun saya sedang tidak ada, Istisqa jalan terus. Kita akan membudayakan di tempa lain Insya Allah,” kata Aher.

    Menurut Aher, upaya itu sengaja dilakukan mencontoh Nabi Muhammad. “Saya ingin mengikuti zaman Nabi, kapan saja kita butuh (hujan). Bedanya kalau sekarang boleh jadi tidak langsung ‘cespleng’, karena faktor dosa kita barangkali. Kalau dulu ‘cespleng’, habis Istisqa hujan langsung turun,” kata Aher.

    Aher mengatakan, permintaan untuk menggelar Salat Istisqa itu akan disebarnya pada organisasi massa Islam. “Mungkin akan lebih efektif ke MUI dan ormas, kita akan buat surat edaran,” kata dia. “Salat ini tidak harus hari Jumat, hari apa saja bisa. Tidak harus banyak orang seperti ini. Banyak lebih bagus, sendiri juga bisa.”

    Soal dampak kekeringan, Aher mengaku, pemerintah masih terus memantau dampaknya terhadap tanaman padi. Hujan diklaimnya sempat turun sesekali saja. “Makanya kita harus terus-terusan meminta hujan,” kata dia.

    Menurut Aher, laporan kekeringan terakhir melanda hampir 110 ribu hektare sawah di Jawa Barat. “Panen masih terjadi, panen gadu,” kata Aher.

    Kekeringan diakuinya berdampak pada naiknya harga gabeh panen gadu. Dia berharap, pemerintah mengubah patokan harga pembelian petani mengikuti harga pasar. “Kita berharap harga pembelian pemerintah atau HPP itu fluktuatif mengikuti harga pasar,” kata Aher.

    Aher beralasan, pemerintah sedang menyiapkan Bulog sebagai badan penyangga ketahanan pangan. “Kalau penyangga pangan, oritensinya bukan lagi keuntungan. Ketika harga gabah murah, Bulog (menggunakan harga) di atas, ketika harga di atas, sama dengna pasar. Dengan demikian petani tetap untung,” kata dia.

    Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat Diden Trisnadi mengatakan, luasan lahan sawah yang mengalami kekeringan bertambah karena daerah yang asalnya terancam kini sudah mengalami kekeringan. “Tapi sekarang di beberapa tempat sudah mulai turun hujan,” kata dia di Bandung, Jumat, 14 Agustus 2015.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.