Pidato Jokowi Sebut Banyak Aspek Negatif, Surya Paloh Senang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Chairman of Media Group Surya Paloh berjalan usai peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung Indonesia Satu di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 23 Mei 2015. Gedung yang berbentuk menara kembar tersebut akan dibangun setinggi 303 meter. ANTARA/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo dan Chairman of Media Group Surya Paloh berjalan usai peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung Indonesia Satu di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 23 Mei 2015. Gedung yang berbentuk menara kembar tersebut akan dibangun setinggi 303 meter. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh memuji pidato  kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam sidang paripurna bersama MPR dan DPR, Jumat 14 Agustus 2015. Pujian itu dilontarkan justru karena Presiden Jokowi memaparkan beberapa aspek negatif yang sedang dialami oleh Indonesia saat ini.

    "Presiden memberikan gambaran situasi obyektif. Justru yang digarisbawahi adalah yang berjalan tidak sehat," kata Paloh di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2015. Secara gamblang, Paloh melanjutkan, Presiden Jokowi memberi perhatian kepada beberapa hal misalnya, demoralisasi, minimnya interaksi sosial, serta dikesampingkannya penghormatan.

    Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengungkapkan salah satu kendala utama yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah kondisi perekonomian global dan nasional yang sedang melemah. Namun dia yakin dampak tersebut tak akan melumpuhkan ekonomi dalam negeri. "Apalagi ini bukan yang pertama kali kita rasakan. Kita optimis dapat melaluinya dengan selamat," kata Jokowi.

    Pemerintah saat ini juga harus menghadapi masalah di bidang pangan. Jokowi mengakui bahwa Indonesia belum mencapai kedaulatan pangan, bahkan cenderung gagal panen. Rentannya kondisi ini membuat harga pangan dalam negeri tak stabil.

    Adapun di bidang infrastruktur, Jokowi mengakui bahwa moda transportasi massal di tiap wilayah masih sangat kurang dan belum terintegrasi dengan baik. Di bidang maritim, pencurian ikan dan penjarahan sumber daya laut juga menjadi fokus utama pemerintah. Apalagi kerugian negara yang ditimbulkan juga cukup besar. ‎

    Menyikapi pidato Presiden Jokowi tersebut, Paloh mengatakan bahwa partainya sepakat apa yang disampaikan. "Untuk itulah kami mengajak sepenuhnya untuk membawa kembali gerakan perubahan bangsa ini," tuturnya.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.