Bom Buatan Teroris Surakarta Gunakan Formula Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warung ponsel milik terduga teroris yang ditangkap hari Selasa, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    Warung ponsel milik terduga teroris yang ditangkap hari Selasa, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Surakarta - Tiga tersangka teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menyiapkan bahan pembuat bom untuk melancarkan aksinya. Bom yang ditemukan polisi memiliki model baru, berbeda dengan bahan bom rakitan selama ini.

    Salah satu ahli bom dari satuan Gegana, Ajun Komisaris Besar Sunardi mengatakan bahwa mereka menemukan berbagai benda yang merupakan bahan pembuat bom. "Bom ini memiliki formula yang berbeda dengan bom-bom yang selama ini dikenal," katanya di Surakarta, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Selama ini kelompok teroris sering membuat bom dari campuran potasium nitrat, belerang, serta serbuk arang. Sedangkan kelompok Surakarta ini mengganti serbuk arang dengan bahan kalsium nitrat. "Hasilnya lebih handal dan efisien," katanya.

    Untuk menambah daya ledak, mereka juga mencampur serbuk aluminium dalam formula tersebut. "Selain itu mereka juga menambah dengan pecahan kaca," katanya. Kaca tersebut berasal dari lampu hias yang sengaja dipecah dan dihaluskan.

    Direktur Intelijen Densus 88 Komisaris Besar Ibnu Suhendro mengatakan bom dengan formula baru itu memiliki daya ledak tinggi. Bahan-bahan itu ditemukan dalam kondisi siap rakit. "Bisa dirakit sempurna dalam waktu kurang dari satu jam," katanya.

    Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan 21 rangkaian switcher yang merupakan peralatan elektronik pemicu ledakan. "Sehingga kemungkinan mereka akan membuat 21 bom," katanya. Kelompok itu juga memiliki kemampuan membuat pemicu ledakan dengan telepon seluler.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.