Polisi dan Tentara di Gowa Dibunuh karena Salah Paham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar (kanan) bersama Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Anton Setiadji (kiri) mengecek kesiapan pasukan saat Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden, di Lapangan Hasanuddin, Makassar, 4 November 2014.TEMPO/Fahmi Ali

    Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar (kanan) bersama Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Anton Setiadji (kiri) mengecek kesiapan pasukan saat Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden, di Lapangan Hasanuddin, Makassar, 4 November 2014.TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Daerah Militer VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bachtiar mengatakan, pengusutan kasus pembunuhan polisi dan tentara di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Kejadian itu diklaimnya tidak berkaitan dengan institusi TNI-Polri. Bachtiar menyebut motif pembunuhan itu hanya karena kesalahpahaman yang berujung aksi penganiayaan yang menewaskan Brigadir Irvanudin dan Prajurit Satu Aspin.

    "Motifnya berawal hanya karena salah paham. Namanya anak muda terkadang terjadi ketersinggungan yang mengakibatkan kejadian itu," kata Bachtiar di Balai Prajurit M. Yusuf, Jumat, 14 Agustus. Bachtiar enggan menjelaskan dengan detail ihwal permasalahan yang memicu pembunuhan polisi dan tentara itu lantaran menunggu investigasi oleh tim terpadu TNI-Polri.

    Pembunuhan Pratu Aspin, anggota Kostrad, terjadi di Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Minggu, 12 Juli 2015. Aspin yang tengah nongkrong bersama rekannya, Pratu Faturahman, diserang oleh para tersangka secara membabi-buta. Keduanya ditikam dengan menggunakan senjata tajam. Malang bagi Aspin karenanya nyawanya tak dapat diselamatkan karena luka tikam pada bagian dada kiri.

    Penyerangan terhadap Aspin terjadi tidak lama seusai tewasnya Brigadir Irvanudin, anggota Polres Gowa. Irvanudin bersama dua rekannya, Brigadir Dua Usman dan Brigadir Mus Muliadi, diserang sekelompok orang di pos polisi di bundaran Samata, Kabupaten Gowa, 12 Juli 2015. Dalam kejadian itu, Irvanudin tewas dengan luka tikam di beberapa bagian tubuh. Adapun, Usman dan Muliadi berhasil selamat.

    Bachtiar meminta kasus pembunuhan polisi dan tentara itu tidak dikaitkan dengan masalah institusi. Musababnya, sama sekali tidak ada permasalahan antara kedua institusi itu. "Tidak ada korelasinya dengan organisasi ataupun masalah instansi. TNI-Polri solid. Kami tidak bisa dipecah-belah," ucap bekas Gubernur Akademi Militer itu.

    Menurut Bachtiar, sampai sekarang tim investigasi dari Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Kodam VII/Wirabuana dan Denpom pusat masih berusaha merampungkan penyidikan dua kasus pembunuhan itu. Ia mengakui sudah ada tersangka dalam kedua perkara itu.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.