Fadli Zon Tuding Jokowi Bohong soal Konflik Partai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Gerindra, Fadli Zon, memberikan keterangan kepada media usai menggelar pertemuan tertutup di Bakrie Tower, Jakarta, 29 Januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Politikus Gerindra, Fadli Zon, memberikan keterangan kepada media usai menggelar pertemuan tertutup di Bakrie Tower, Jakarta, 29 Januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, JakartaWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengkritik pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang sikap pemerintah menghadapi konflik internal partai politik. Dalam pidatonya, Jokowi memastikan pemerintah mengambil posisi netral. 

    "Kalau mau persatuan diselesaikan dong, jangan dipecah belah. Jangan apa yang diomongkan dan dilaksanakan berbeda," ujar Fadli di gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Baca: Puan Selamat dari Reshuffle, Analis: Kan Anak Mega!

    Menurut Fadli, masih ada kesenjangan antara kata dan perbuatan Jokowi. Apabila semua perkataan Jokowi dilaksanakan, Fadli berjanji akan mendukungnya. "Kata-kata bagus, tapi berbeda (prakteknya). Berkali-kali menekankan persatuan, tapi prakteknya tak tercermin," ujar dia.

    Dalam pidato yang disampaikan di depan anggota MPR dan undangan, Jokowi menegaskan posisi netral pemerintah menghadapi persoalan internal di beberapa partai politik. "Khusus untuk ranah politik, terutama menyangkut pertentangan internal di beberapa partai politik, pemerintah bersikap netral dan berharap persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan baik," ujar Jokowi.

    Selain perkara politik, ia juga mengakui masih banyak persoalan selama sepuluh bulan menjabat presiden. "Sampai hari ini ketidakstabilan harga pangan masih terjadi, kesenjangan kaya dan miskin dan antarwilayah masih terbuka," kata dia.

    Jokowi juga menyinggung korupsi yang masih terjadi dan penegakan hukum yang belum kokoh. "Saya berharap lembaga negara makin kuat dalam memberantas korupsi sebagai bagian dari perwujudan akuntablitas dan transparansi pemerintahan," ujar dia.


    Simak: RESHUFFLE KABINET: Pram Masuk, Tapi Mega Gagal Gusur Rini?

    Dalam kesempatan tersebut Jokowi memuji kinerja lembaga tinggi negara yang dianggap telah bekerja maksimal. Ia juga meminta lembaga negara untuk saling bersinergi. "Kita juga berkewajiban untuk saling menjaga kewibawaan lembaga-lembaga negara, saling bersinergi, dan meningkatkan kepercayaan publik nasional maupun internasional. Ingat, kita sedang berjuang untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," katanya. 

    Jokowi membacakan pidato dalam sidang tahunan MPR RI tahun 2015 pada pukul 08.00. Setelah itu, Jokowi akan membacakan pidato kenegaraan dalam rangka hari ulang tahun ke-70 RI pada pukul 09.45. Pada pukul 14.00, Presiden akan menyampaikan pidato RUU APBN tahun anggaran 2016 disertai nota keuangan pada rapat paripurna pembukaan masa sidang I DPR tahun sidang 2015-2016. 

    TIKA PRIMANDARI


    Berita Menarik Lainnya 
    TERUNGKAP: Paus Fransiskus Tak Ingin Jadi Paus, Naksir Cewek
    Fadli Zon Tuding Jokowi Bohong soal Konflik Partai
    Belum Seminggu Menjabat, Rizal Ramli Picu Tiga Kontroversi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.