Jokowi Pastikan Pemerintah Tak Campuri Konflik Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berpidato dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah Ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisiah di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berpidato dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah Ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisiah di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo mengatakan pemerintah bersikap netral dalam menghadapi persoalan internal di beberapa partai politik. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato tentang kinerja lembaga negara hari ini. 

    "Khusus untuk ranah politik, terutama menyangkut pertentangan internal di beberapa partai politik, pemerintah bersikap netral dan berharap persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan baik," kata Jokowi di ruang sidang Nusantara I, gedung MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Selain perkara politik, ia juga mengakui masih banyak persoalan selama sepuluh bulan menjabat presiden. "Sampai hari ini ketidakstabilan harga pangan masih terjadi, kesenjangan kaya dan miskin dan antarwilayah masih terbuka," kata dia.

    Jokowi juga menyinggung korupsi yang masih terjadi dan penegakan hukum yang belum kokoh. "Saya berharap lembaga negara makin kuat dalam memberantas korupsi sebagai bagian dari perwujudan akuntablitas dan transparansi pemerintahan," ujar dia.

    Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memuji kinerja lembaga tinggi negara yang dianggap telah bekerja maksimal. Ia juga meminta lembaga negara untuk saling bersinergi."Kita juga berkewajiban untuk saling menjaga kewibawaan lembaga-lembaga negara, saling bersinergi, dan meningkatkan kepercayaan publik nasional maupun internasional. Ingat, kita sedang berjuang untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," katanya.

    Jokowi membacakan pidato dalam sidang tahunan MPR RI tahun 2015 pada pukul 08.00. Setelah itu, Jokowi akan membacakan pidato kenegaraan dalam rangka hari ulang tahun ke-70 Republik Indonesia pada pukul 09.45. Pada pukul 14.00, Presiden akan menyampaikan pidato RUU APBN tahun anggaran 2016 disertai nota keuangan pada rapat paripurna pembukaan masa sidang I DPR tahun sidang 2015-2016. 

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.