Diduga Curi Uang, Prajurit TNI AD Tewas Dianiaya Seniornya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 751/Raider Kompi E Senjata diperiksa Pomdam XVII Cenderawasih setelah menganiaya juniornya hingga tewas. "Saat ini sudah ada tiga orang yang diperiksa, yakni inisial AP, AS, dan S," kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo, Jumat siang, 14 Agustus 2015.

    Dari data yang didapat, anggota TNI Yonif 751 Raider Kompi E Senjata bernama Serda Dony Apriyanto tewas dianiaya oleh para seniornya di Kompi E, Yonif 751 Raider, di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, pada Kamis pagi, 13 Agustus 2015.

    Serda Dony Apriyanto diduga mencuri uang milik temannya di Barak Kompi E pada Rabu, 12 Agustus 2015, sehingga ia dihukum. Diduga korban tewas dalam perjalanan ke Puskesmas Koya Barat kala diantar oleh lima rekannya. Saat diperiksa oleh dokter jaga, Hilman Kosuma, ditemukan sejumlah luka memar di bagian punggung korban.

    "Tindakan hukuman yang diberikan oleh para seniornya itu karena berdasarkan laporan Serda Dony Apriyanto memiliki tabiat yang tidak baik dan tidak patut dilakukan sebagai seorang bintara. Sehingga seniornya merasa malu dan akhirnya memberinya tindakan hukum. Tapi tindakan ini terlalu berlebihan dan tak melihat kondisi yang bersangkutan saat itu," ujar Teguh.

    Menurut Teguh, saat kejadian, Danki Kompi E sedang sakit, sehingga dia tidak langsung menangani laporan tindakan tidak terpuji dari anak buahnya Serda Dony Apriyanto. "Ini yang menyebabkan para seniornya turun langsung memberikan tindakan hukuman sebelum Danki memberi tindakan."

    Selain itu, menurut Teguh, korban Serda Dony Apriyanto mengeluh sakit perut atau maag. Sebelumnya korban memang pernah menderita maag kronis. Namun korban sudah diperiksa serta diberi obat oleh Takes atas nama Pratu Iqbal. "Jumat pagi ini jenazah sudah diterbangkan menggunakan pesawat ke kampung halamannya di Lombok."

    Dari kronologis yang ada, kata Teguh, sekitar pukul 11.00 WIT, Kamis, 13 Agustus 2015, korban dibawa ke Puskesmas Koya Barat, tapi korban sudah meninggal. "Lalu sekitar pukul 14.15 WIT, jenazah dibawa ke Kompi E, lantas dibawa ke Rumah Sakit Marthen Indey di Kota Jayapura."

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.