Di Sidang MPR, Jokowi Blakblakan Soal Reshuffle Kabinet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution (kiri) usai melantik Lima Menteri baru dan Sekretaris Kabinet di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Menteri yang diberhentikan adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution (kiri) usai melantik Lima Menteri baru dan Sekretaris Kabinet di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Menteri yang diberhentikan adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan alasannya melakukan perombakan kabinet pada Anggota DPR, DPD, dan MPR saat membacakan pidato sidang tahunan MPR, Jumat pagi, 14 Agustus 2015. Jokowi mengatakan perombakan kabinet dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja pemerintah.

    Baca: Puan Selamat dari Reshuffle, Analis: Kan Anak Mega!

    "Perombakan kabinet kerja pada dasarnya untuk meningkatkan kinerja pemerintah, sehingga percepatan pembangunan bisa terwujud," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di ruang sidang Paripurna I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2015.

    Jokowi menegaskan perombakan kabinet dilakukan demi memenuhi janji pemerintah pada rakyat. Pemerintah, kata dia, menyadari masih banyak masalah yang dihadapi, di antaranya kesenjangan antara warga yang kaya dan miskin, korupsi, serta penegakan hukum yang belum maksimal.

    Baca: Puan Maharani Masih Anggota DPR, Fadli Zon: Gaji Ditahan!

    Sebab itulah, kata Presiden, dia mengajak lembaga negara untuk melakukan peran dengan maksimal demi mengatasi masalah yang masih dihadapi. Presiden Jokowi tiba di ruang sidang Paripurna I, Kompleks Parlemen Senayan, pada pukul 08.00. Mengenakan jas hitam dan dasi merah, Jokowi tiba didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Jokowi dijadwalkan membacakan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI tahun 2015 pada pukul 08.00. Setelah itu, Jokowi akan membacakan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke-70 pada pukul 09.45. Pada pukul 14.00, Presiden akan menyampaikan pidato RUU APBN tahun anggaran 2016 disertai nota keuangan pada rapat paripurna pembukaan masa sidang I DPR tahun sidang 2015-2016.

    ANANDA TERESIA

    Berita Menarik
    RESHUFFLE KABINET: Pram Masuk, Tapi Mega Gagal Gusur Rini?
    Razia di Kos, 7 Wanita Cantik Ini Ternyata Doyan Narkoba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.