Alun Alun Utara Ditata, Sultan Jogja Tak Mau Keraton Kumuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan yang memadati kawasan Keraton dan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Wisatawan yang memadati kawasan Keraton dan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Meskipun sempat diprotes dari pedagang kaki lima, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya tetap meresmikan proyek pertama revitalisasi Alun-alun Utara Kamis 13 Agustus 2015.

    Proyek revitalisasi pertama yang diresmikan yakni sisi timur Alun-Alun Utara (pekapalan). Yang meliputi pembangunan ratusan shelter, pendopo, toilet, pergola, hingga puluhan modul gerobak berlapis alumunium bagi pedagang. Peresmian itu berjalan lancara tanpa adanya aksi protes pedagang seperti saat pemerintah Kota Yogya melakukan penertiban pekan lalu.

    Sultan mengatakan Alun-alun Utara maupun selatan, termasuk bagian utama wajah keraton Yogyakarta, atau dikenal sebagai projotikno. Sehingga proyek revitalisasi dengan dana keistimewaan itu dianggap perlu. "Kalau alun-alunnya kumuh, artinya keraton dan saya juga kumuh, padahal saya merasa enggak kumuh," ujar Sultan didampingi pejabat Pemda DIY dan Wali kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.