Jenazah Mahasiswi Pendaki Semeru Dibawa ke RSU dr Hariyoto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah pendaki Gunung Semeru, Dania Agustina Rahman, 19 tahun, warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dibawa tim SAR gabungan ke Rumah Sakit Umum dr Hariyoto Kabupaten Lumajang, Rabu malam.

    "Jenazah dievakuasi dari jalur pendakian Semeru menuju Ranu Pane. Selanjutnya dibawa dengan mobil ambulans menuju RSU dr Hariyoto Lumajang," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi dari Lumajang.

    Saat petugas TNBTS bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari pendaki yang hilang dan tersesat di Gunung Semeru, Daniel Saroha, 31 tahun, warga Bogor, tim SAR justru menemukan dua pendaki yang kondisinya tidak baik, yakni meninggal dunia dan terluka.

    Pendaki yang meninggal dunia atas nama Dania Agustina Rahman, perempuan, berat badan 60 kilogram, tinggi 170 cm, beralamat di Jalan A.R. Hakim Perbata Nomor 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Sedangkan pendaki yang mengalami patah kaki bernama M. Rendika, 18 tahun, beralamat di Jalan Penguin 7 Nomor 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Medan, Sumatera Utara.

    "Kami sudah menghubungi keluarga pendaki yang meninggal dunia. Mereka kini dalam perjalanan menuju ke RSU dr Hariyoto Lumajang, sedangkan pendaki yang mengalami patah tulang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Syaiful Anwar Malang didampingi adiknya bersama Tim Tagana dan PMI ke rumah sakit setempat," ujarnya.

    Ayu menjelaskan pendaki perempuan yang meninggal tersebut ditemukan sekitar 200 meter di bawah puncak Semeru (Mahameru). Penyebab meninggalnya korban karena tertimpa batu besar yang terjatuh dari puncak.

    "TNBTS sudah melarang pendaki untuk naik ke puncak gunung. Namun masih banyak pendaki yang nekat menerobos naik ke Mahameru," ujarnya.

    Rektor Universitas Pasundan Eddy Jusup membenarkan berdasarkan informasi terakhir yang ia terima, jenazah Dania saat ini masih berada di RSUD dr Haryoto, Lumajang.

    Keluarga korban sedang dalam perjalanan menuju Lumajang untuk membawa pulang jenazah korban. Sementara ketiga teman Dania yang juga mengikuti pendakian saat ini berhasil diungsikan di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

    Ketiga teman Dania sama-sama mahasiswa jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan. Namun beruntung ketiganya berhasil selamat dari tragedi itu. "Ketiganya masih dalam keadaan syok," kata Eddy.

    ANTARA | AMINUDIN | DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.