PNG Minta Bendera Merah Putih Diturunkan, Ini Respons Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    TEMPO.CO, Jayapura - Sebanyak 14 anggota tentara Papua Nugini yang berseragam loreng dan bersenjata meminta warga Indonesia yang bermukim di Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, menurunkan bendera Merah Putih yang sedang dikibarkan.

    "Alasannya, pemukiman di kampung itu dianggap masuk di wilayah negara Papua Nugini. Ini laporan yang saya terima dari ketua RT setempat yang diminta dan diperintahkan untuk menurunkan bendera. Para warga kami di daerah itu dan aparat mereka ternyata tidak tahu batas-batas wilayah dua negara," kata Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai, Kamis, 13 Agustus 2015.

    Menurut Suzana, pemukiman Yakyu jelas masuk di wilayah Indonesia, yakni di Kabupaten Merauke. Warga yang menghuni kampung dan pemukiman itu kebanyakan berasal dari Suku Kanum bermarga Maywa. Mereka pernah eksodus tahun 80-90-an ke Kampung Weyam, Papua Nugini. Pemukiman itu dihuni 19 kepala keluarga atau 74 jiwa sejak 22 Juni 2011. "Mereka juga sudah memiliki KTP dari Pemerintah Kabupaten Merauke sejak bulan lalu,” katanya.

    Suzana berpendapat peran diplomasi sangat diperlukan untuk mengatasi hal-hal seperti ini di wilayah perbatasan. Salah satunya akan dibawa ke forum dua negara dan dibahas bersama-sama. “Sebab, kedua negara nantinya akan melakukan investigasi bersama, lalu bisa juga melakukan pengukuran kembali terhadap batas-batas wilayah di dua negara itu. Join visit, join sosialisasi, join verifikasi dan lainnya perlu dilakukan mengatasi hal seperti ini,” ia menjelaskan.

    Walau ada kejadian seperti ini, kata Suzana, situasi di perbatasan Papua dengan Papua Nugini pada umumnya lebih kondusif. "Jika terjadi masalah masih bisa dilakukan dengan dialog. Situasi ini mungkin agak sedikit berbeda dengan wilayah perbatasan lain di Indonesia, misalnya dengan Malaysia," tuturnya.

    Assintel Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Arm Syafei Kasno membenarkan peristiwa itu. "Tentara Papua Nugini mengklaim karena daerah itu netral, maka harus dikibarkan dua bendera dari dua negara, yakni bendera Indonesia dan bendera Papua Nugini," katanya kepada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan Loma Kuliner Nusantara dan Fashion Show di Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Kamis, 13 Agustus 2015.

    Menurut Kasno, sebenarnya wilayah itu adalah milik Indonesia. Tapi karena ada beberapa warganya yang berasal dari Papua Nugini, maka tentara Papua Nugini minta bendera Indonesia diturunkan. Jika ingin dikibarkan pun harus bersamaan dengan bendera Papua Nugini. "Saat ini ada penempatan sepuluh orang di dalam Pos Yakyu untuk menghindari terjadinya penurunan bendera Merah Putih kembali," ujarnya

    Sebenarnya, kata Kasno, ada sebanyak tujuh kampung yang berada atau terletak persis di wilayah di perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini. "Wilayah-wilayah ini masih mengalami perdebatan soal status kewarganegaraan bagi penduduknya. Tujuh kampung itu adalah Yakyu, Detto, Diggo, Bankin, Kugo, Mutimangge, dan Lama yang terletak di Distrik Waropoko," ia menjelaskan. 

    CUNDING LEVI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.