Alasan Bupati Ini Wajibkan Siswa SD Pelihara Domba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fuad Khoirul Umam, siswa SMP Juara, Bandung, Jawa Barat, memberi makan dombanya sebelum disembelih, 6 Oktober 2014. Domba miliknya tersebut dibeli sendiri dari hasil jualan es selama setahun. TEMPO/Prima Mulia

    Fuad Khoirul Umam, siswa SMP Juara, Bandung, Jawa Barat, memberi makan dombanya sebelum disembelih, 6 Oktober 2014. Domba miliknya tersebut dibeli sendiri dari hasil jualan es selama setahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Purwakarta - Murid-murid sekolah di Purwakarta, Jawa Barat, diklaim menyumbang peningkatan populasi ternak domba setelah sejak tahun lalu dicanangkan program wajib pelihara domba untuk siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas oleh Bupati Dedi Mulyadi.

    "Angka populasinya kini sudah mencapai 10 ribu ekor," kata Dedi kepada Tempo, Kamis, 13 Agustus 2015. Dedi optimistis target populasi domba dua juta ekor pada medio 2017 akan tercapai. Saat ini populasi domba Purwakarta baru mencapai 1,2 juta ekor.

    Untuk mengejar target populasi, Dedi mengaku sudah menyiapkan bibit domba baru sebanyak 50 ribu ekor dan siap dibagikan kepada siswa yang belum memelihara. "Bibit domba itu kami bagikan secara gratis," ucapnya.

    Baca juga:
    RESHUFFLE KABINET: Soal Ini Jokowi Kalahkan Gus Dur & SBY!
    Sindir Ahok 'Kepala Preman', Ketua FBR: Preman Itu Tak Bawel

    Dedi mengaku bungah. Sebab, pada awal program wajib pelihara domba tersebut dicanangkan, banyak pihak mengecam karena dianggap nyeleneh. Bahkan tak sedikit yang pesimistis program Bupati Dedi itu bisa terwujud.

    "Sekarang orang bisa menyaksikannya sendiri atas keberhasilan program pelihara domba itu," ujarnya. Ketika daerah lain kekurangan daging, kata dia, Purwakarta surplus daging domba.

    Dedi  salut atas keuletan dan ketelatenan anak-anak SD, terutama yang berada di wilayah perdesaan, dalam memelihara dombanya. "Mereka lebih memilih menggembala domba ketimbang menghabiskan waktunya buat bermain game online seperti anak-anak di perkotaan," ujarnya.

    Menurut Dedi program wajib pelihara domba terutama untuk siswa-siswi di perdesaan itu sudah merambah 17 wilayah kecamatan. Kecamatan Wanayasa ditunjuk sebagai sentranya.

    Endang, salah seorang orang tua murid SD di Wanayasa, mengaku tak masalah dengan program wajib pelihara ternak domba. Sebab anaknya yang tahun lalu mendapat seekor bibit domba gratis kini telah berkembang biak menjadi tiga ekor. "Malah bagus. Anak saya jadi tidak manja lagi, dia juga lebih mandiri," ujarnya.

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta Asep Surya menuturkan program wajib pelihara domba tersebut mempengaruhi nilai anak dalam kenaikan kelas. "Yang tidak serius memeliharanya, bisa kena sanksi tidak naik kelas," ujar Asep.

    Tetapi, dalam kenyataannya, semua siswa yang terlibat dalam program ketahanan pangan tersebut bisa mempertanggungjawabkannya dengan baik. "Alhasil, tak ada satu pun siswa yang memelihara domba kemudian tak naik kelas. Sebab, hasil peliharaan dombanya semuanya bagus," katanya.

    NANANG SUTISNA

    Baca juga:
    RESHUFFLE KABINET: Pram Masuk, Tapi Mega Gagal Gusur Rini?
    Evan Dimas di Spanyol: Klub Promosi Divisi II, Ini Rapornya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.