Menteri Agama Lukman Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus saat memimpin misa di Katedral Manila, Filipina, 16 Januari 2015. Paus Fransiskus meminta pemerintah Filipina untuk mengatasi korupsi mengatasi kesenjangan sosial di negara paling Katolik di Asia. REUTERS/Stefano Rellandini

    Paus Fransiskus saat memimpin misa di Katedral Manila, Filipina, 16 Januari 2015. Paus Fransiskus meminta pemerintah Filipina untuk mengatasi korupsi mengatasi kesenjangan sosial di negara paling Katolik di Asia. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengundang pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, ke Indonesia guna membahas berbagai isu, terutama terkait dengan perdamaian dan pencegahan konflik antarumat beragama.

    "Dengan segala kerendahhatian, kami mengundang Paus Fransiskus untuk berkenan berkunjung ke Indonesia," kata Menag Lukman dalam rangka kunjungan Kardinal Pietro Parolin dari Secretary of State Vatikan di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.

    Lukman mengatakan kunjungan itu nantinya untuk meneguhkan semangat dialog antarumat beragama agar terus dikembangkan. Selain itu, kunjungan itu juga ditujukan untuk memperlihatkan kehidupan keagamaan di Indonesia dan bertemu dengan umat Katolik di Indonesia.

    Menurut Lukman, hubungan baik Indonesia dan Vatikan sudah terjalin sejak lama atau lebih dari 65 tahun. Umat Katolik di Indonesia sendiri jumlahnya cukup banyak, tidak kurang dari tujuh juta jiwa.

    Kepada Kardinal, Lukman mengaku sangat terbantu dengan keberadaan para pemuka agama, termasuk pemuka agama Katolik dan jajaran keuskupan yang ada di semua provinsi di Indonesia. Karena mereka turut menjalankan misi Kementerian Agama dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.

    Menag juga mengatakan dirinya mengikuti perkembangan upaya-upaya Paus Fransiskus dalam membangun dialog lintas agama melalui media massa.

    "Upaya untuk selalu membangun dialog antarumat beragama merupakan sesuatu yang sangat positif dan kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang selama ini dilakukan oleh Paus Fransiskus yang dampaknya sangat baik bagi Indonesia dan juga dunia," kata Lukman.

    Terkait dengan kunjungan Kardinal Pietro, Lukman menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut Lukman, kunjungan pertama Sekretaris Negara Vatikan ke Indonesia ini sangat baik bagi hubungan kedua negara.

    Sementara terhadap undangan kepada Paus Fransiskus, Kardinal Pietro Parolin menyambut baik dan akan menyampaikannya kepada Paus.

    Kardinal Pietro berharap Paus nantinya berkesempatan untuk berkunjung dan bisa menyaksikan kehidupan beragama di Indonesia.

    Pietro juga mengundang Lukman jika ada kesempatan untuk ke Eropa agar bisa berkunjung ke Sekretariat Vatikan di Roma. "Kami sangat tertarik dengan Islam Nusantara," kata Pietro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.