Wapres JK: Kantor Staf Presiden Jadi Tanggung Jawab Seskab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media seusai membuka acara kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media seusai membuka acara kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan,  Sekretaris Kabinet, Pramono Anung akan diberi tanggung jawab sementara untuk menjalankan Kantor Staf Kepresidenan. Ini berkaitan dengan diangkatnya Luhut sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan. ‎

    ‎"Karena hampir sama tugasnya," kata Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2015. Fungsi itu akan otomatis berjalan sejak Pramono dilantik tadi siang. 

    Hari ini Presiden Joko Widodo mengangkat enam menteri baru. Salah satunya adalah politikus PDIP Pramono Anung. Pramono menggantikan poisisi Andi Widjajanto. Adapun Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdjiatno.

    Pos lain yang diganti adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Darmin Nasution menggantikan Sofjan Djalil. Adapun Menteri Koordinator Bidang Maritim saat ini dijabat oleh Rizal Ramli menggantikan Indroyono Susilo. 

    Sedangkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dicopot dan digantikan Thomas Lembong. Sementara Menteri ‎Perencanaan Pembangunan Nasional yang sebelumnya diduduki Andrinof Chaniago, saat ini dijabat oleh Sofyan Djalil. 

    Secara umum, kata Kalla, rombak kabinet yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kinerja. "Tentu ingin mencapai hasil yang lebih baik," kata dia. ‎

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.