Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Ada Atribut ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COSurakarta - Polisi menggeledah sebuah rumah dan musala di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Rabu petang, 12 Agustus 2015. Dalam penggeledahan tersebut, mereka menemukan sejumlah atribut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, penggeledahan itu bermula dari penangkapan sejumlah terduga teroris di Surakarta beberapa jam sebelumnya. Mereka adalah Sugiyanto, Yuskarman, dan Ibad. Penangkapan dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. 

    Polisi lantas menggeledah sejumlah tempat di Kampung Losari, yaitu kediaman Sugiyanto; sebuah kandang kambing; serta musala. Mereka menemukan sejumlah barang dan menyitanya.

    Ketua RT 05 RW III Losari, Agus Sumaryawan, mengatakan bahwa dia diminta oleh polisi untuk menyaksikan penggeledahan itu. "Tadi polisi menemukan bendera hitam dengan tulisan Arab serta beberapa karung," katanya. Dia mengaku tidak mengetahui isi karung tersebut.

    Menurut dia, barang-barang itu ditemukan dari sebuah kandang kambing dan musala yang ada di tempat tersebut. Lokasi yang berada di tepi Bengawan Solo itu memang cukup sepi lantaran penduduknya sudah direlokasi.

    Warga lain, Senen, mengaku melihat polisi juga menemukan kaus hitam dalam penggeledahan tersebut. "Ada tulisan ISIS di kaus tersebut," ujarnya.

    Selain itu, polisi menggeledah sebuah rumah. Dari rumah tersebut, polisi juga menyita beberapa benda. "Ada bungkusan berisi arang," kata Ketua RT 4 RW III Losari, Sriyono.

    Wakil Kepala Satuan Intel Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Bowo Harianto mengakui adanya penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayahnya. "Penangkapan langsung dilakukan dari tim Mabes Polri," tuturnya.

    Namun dia mengaku tidak mengetahui latar belakang penangkapan tersebut. Demikian juga dengan keterkaitan tiga orang yang ditangkap dengan jaringan teroris.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.