RESHUFFLE KABINET: Kata Luhut, Untuk Perkuat Kerja Tim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perombakan kabinet dilakukan untuk memperkuat kerja tim menghadapi krisis global. 

    "Sekarang mungkin beliau (Presiden Jokowi) merasa sudah lihat ekonomi global begini. Mungkin perlu memperkuat team work-nya," ujar Luhut di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Agustus 2015.

    Menurut Luhut, saat ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin membangun tim yang lebih solid dan lebih cermat memantau perkembangan ekonomi global, terutama Cina yang tak bisa dianggap enteng. "Kalau saya di posisi beliau kira-kira begitu."

    Baca:
    RESHUFFLE KABINET: 4 Menteri Ini Dipanggil Presiden Jokowi
    RESHUFFLE KABINET: Dua Orang ini Emoh Masuk Kabinet

    Luhut dikabarkan akan mengisi jabatan Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Menanggapi rangkap jabatan tersebut, ia enggan berkomentar. "Nantilah saya berkomentar."

    Presiden dijadwalkan akan mengumumkan hasil rombak kabinet hari ini setelah melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten di Istana Negara. Semalam Presiden memanggil sejumlah menteri ke Istana Merdeka. Empat menteri yang dipanggil Jokowi, termasuk Tedjo Edhi Purdjiatno‎.

    Ada pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Selain itu, ikut dipanggil Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

    TIKA PRIMANDARI


    Berita Reshuffle Kabinet Jokowi

    RESHUFFLE KABINET: Calon Menteri Baru Tiba di Istana Negara

    RESHUFFLE KABINET: Foto Andi Dipajang di Dinding Eks Seskab
    Reshuffle Kabinet, Ruangan Menteri Tedjo Kosong Sejak Malam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.