Rachmat Gobel Pamitan Sejak Pagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahmat Gobel bersama Thomas Lembong dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan  di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, 12 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Rahmat Gobel bersama Thomas Lembong dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, 12 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel telah resmi berpamitan kepada jajaran pejabat Kementerian Perdagangan pada pagi tadi. Rachmat pun telah mengemasi barang-barang di kantornya. 

    "Sejak pukul 08.00 pagi. Acara berlangsung sekitar satu jam-an," kata Staf Khusus Menteri Perdagangan Chris Kanter di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2015. Menurut dia, saat berpamitan Gobel terlihat biasa saja, bahkan masih bisa tertawa santai.

    Gobel mengucapkan terima kasih kepada jajaran pejabat yang sudah mendampinginya bekerja sejak hampir 10 bulan lalu. Ia mengatakan selama menjalani tugasnya sebagai Menteri Perdagangan, banyak kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan programnya.

    Sayangnya dalam perpisahan itu Gobel tak mengungkapkan rencana setelah dia tak lagi menjabat sebagai menteri. Chris mengaku tak tahu sama sekali tentang hal itu. Dia pun juga tak mengetahui pasti nama pengganti Gobel. "Tapi katanya sih Tom Lembong," kata dia.

    Pantauan Tempo, ajudan Gobel sudah mulai memasukkan beberapa barang ke mobil dinas Toyota Camry hitam bernopol B 1589 RFS yang disiapkan di depan Gedung Utama Kementerian Perdagangan. Chris pun membenarkan Gobel sudah mulai membereskan barang-barang di ruangannya. Hampir semua barang pribadi diboyong pulang, tetapi ada juga yang ditinggalkan. "Ya, adalah beberapa yang ditinggal," kata Chris.

    Hingga saat ini Rachmat Gobel masih mendekam di ruangannya, bersilaturahmi dengan beberapa tamu. Belum ada informasi lebih lanjut kapan ia akan meninggalkan kantornya untuk menuju Istana Presiden.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.