Turun dari Puncak Mahameru, Pendaki Asal Bogor Raib

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak Gunung Semeru (Mahameru). TEMPO/Abdi Purmono

    Puncak Gunung Semeru (Mahameru). TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Lumajang - Seorang pendaki asal Bogor dilaporkan hilang usai turun dari puncak Mahameru, Rabu, 12 Agustus 2015. Daniel Saroha, 31 tahun, warga Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Bogor, mendaki bersama 20 orang anggota rombongan, Sabtu, 8 Agustus 2015.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, informasi raibnya Daniel Saroga ini baru dilaporkan Selasa petang kemarin, 11 Agustus 2015 sekitar pukul 18.00 WIB ke Resor Ranupane. Kronologi kejadiannya, rombongan berjumlah 21 orang itu naik dari pos di Ranupane, Sabtu, 8 Agustus 2015.

    Baca: Ahok: Pendapatan DKI Raib Rp 1 Triliun, Siapa Untung?

    Pada Senin dinihari, 10 Agustus 2015, rombongan naik ke puncak. Setelah dari puncak, mereka turun. Terakhir terlihat, korban berada di batas vegetasi pada 11.00 WIB. Ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, korban tidak juga muncul.

    Rekan-rekan korban akhirnya turun ke Kalimati dan minta bantuan porter dan saver. Dicari hingga sekitar Arcopodo, keberadaan korban tidak juga terdeteksi. Akhirnya dua anggota rombongan turun dulu dan melapor ke Kantor Resort Ranupane pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB.

    Simak: Ahok Curhat: Di Balik Ketenaran Ada Kepedihan

    Tim advance pertama sedang melakukan penyisiran, Rabu pagi ini. Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan membenarkan ihwal adanya laporan pendaki hilang usai turun dari Puncak Mahameru.

    Baca Juga: Evan Dimas ke Spanyol, Begini Perjuangan yang Harus Ditembus

    Pihaknya menerjunkan tiga anggota TRC untuk bergabung dengan Tim SAR serta petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Resor Ranupane, Rabu pagi ini. Tim advance dari Lumajang juga mulai melakukan penyisiran dari daerah Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Berita Menarik

    Hayriantira XL Tewas: Polisi Penasaran,Andi Dites Kebohongan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.