RESHUFLLE KABINET: Ada 3 Nama Menteri Terancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tedjo Edhy Purdijatno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tedjo Edhy Purdijatno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar Presiden Joko Widodo akan segera merombak jajaran kabinetnya kembali berembus kencang. Apalagi Selasa malam, 11 Agustus 2015, Jokowi memanggil sejumlah menteri ke kantornya secara mendadak. Menteri yang dipanggil itu merupakan menteri yang paling disorot dan diminta sejumlah kalangan dicopot dari kabinet. Sejumlah sumber Tempo di Istana menyebut kemungkinan reshuffle bisa diumumkan hari ini, Rabu, 12 Agustus 2015.

    Sebelumnya, Jokowi juga mengaku sudah mengantongi nama-nama menteri yang kinerjanya dianggap buruk. Nama sejumlah menteri yang memiliki rapor merah ini disebut-sebut masuk bursa reshuffle. Ada yang kabarnya dicoret dari kabinet, tapi ada menteri yang hanya bertukar posisi. Ini sebagian menteri yang berpeluang dicopot atau dirotasi

    1. Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan

    Tedjo pernah ditegur Jokowi lantaran mengeluarkan pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi kekanak-kanakan. Ia juga menuding massa yang mendukung KPK merupakan rakyat tidak jelas. Pernyataan Tedjo ini menuai kritik dari masyarakat, terutama para netizen. Partai oposisi mendesak agar Jokowi mencoret Tedjo.

    Saya sudah melaporkan semua evaluasi dan rapor menteri terkait. Selebihnya ya terserah Presiden saja,” kata Tedjo, 20 Juni lalu. (Baca juga: RESHUFLLE KABINET: 4 Menteri Ini Dipanggil Presiden Jokowi)

    2. Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan

    Presiden Joko Widodo disebut-sebut marah lantaran Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tak memberi laporan adanya kenaikan harga beras hingga menjadi Rp 10.300 per kilogram. Kemarahan itu disampaikan Jokowi ketika rapat Kabinet Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, 15 Maret lalu. Kasus beredarnya beras plastik di Bekasi, yang belakangan dianggap tak terbukti, juga sempat membuat Jokowi marah. Rachmat Gobel juga disebut bertanggung jawab atas lamanya dwelling time atau waktu kontainer berada di pelabuhan sebelum memulai perjalanan darat.

    "Kita sudah maksimal, tidak bisa melakukan perubahan dalam waktu tiga sampai enam bulan,” kata Gobel, awal Mei lalu.

    3. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil

    Sejumlah partai koalisi dan oposisi pemerintah menilai Sofyan kurang cakap memimpin tim ekonomi. Koordinasi tim ekonomi juga dianggap kurang berjalan sehingga serapan dana untuk proyek infrastruktur tersendat.

    "Kalau saya tak populer dan di reshuffle, tak ada masalah," ‎ kata Sofyan, kemarin.

    Baca juga:
    Kalla: Reshuffle Kabinet Akan Bawa Perbaikan
    RESHUFFLE KABINET: Calon Menteri Baru Tiba di Istana Negara
    Rachmat Gobel Pamitan Sejak Pagi


    Anton A | Ananda Teresia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.