Dihukum Rp 4,3 Triliun, Ini Aset Yayasan Supersemar Soeharto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Yayasan Supersemar di Gedung Granadi lantai 4, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. dok/ Yosep Arkian

    Kantor Yayasan Supersemar di Gedung Granadi lantai 4, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. dok/ Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerap diselewengkan namanya dan disalahgunakan dananya, Yayasan Supersemar terancam pailit. Pengadilan memerintahkan yayasan yang didirikan presiden kedua RI, Soeharto, itu membayar ganti rugi sekitar Rp 4,3 triliun, tanggung renteng dengan keluarga Soeharto. Berapa aset Yayasan?

    Baca: Ahok: Pendapatan DKI Raib Rp 1 Triliun, Siapa Untung?

    Saham
    Bank Duta                               Rp 108 miliar
    Bank Muamalat                         Rp 1,06 miliar
    PT Granadi                               Rp 5,6 miliar
    PT Indocement                         Rp 27 miliar
    PT Plaza Indonesia Realty          Rp 3,8 miliar
    PT PLN                                    Rp 1 miliar
    Timber Dana Indonesia             Rp 25 juta
    Indoncement
    Indosat

    Piutang
    Bank Duta                               Rp 107 miliar
    Deposito                                 Rp 670 miliar
    144 hektare tanah yang menjadi Sirkuit Sentul
    Wisma Kosgoro
    Wisma Granadi lewat PT Graha Dana Mandiri

    TIM TEMPO | PDAT

    Berita Menarik Lainnya
    Ahok: Pendapatan DKI Raib Rp 1 Triliun, Siapa Untung?
    Ahok Curhat: Di Balik Ketenaran Ada Kepedihan
    Evan Dimas ke Spanyol, Begini Perjuangan yang Harus Ditembus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?