Polda Metro Jaya Bawa Barang Bukti Kasus Suap Impor Garam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    TEMPO.COSurabaya – Tim Satuan Tugas Penyalahgunaan Proses Impor Kepolisian Daerah Metro Jaya menggeledah kantor PT Garindo Sejahtera Abadi yang berlokasi di Jalan Perak Barat 281, Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2015. Penggeledahan itu terkait dengan kasus suap impor garam dan dwelling time.

    Selama 3,5 jam polisi menanyai beberapa karyawan. Seusai pemeriksaan, mereka membawa sejumlah barang bukti. "Kami membawa dokumen-dokumen, satu CPU, dan data-data softcopy," kata Koordinator Satgas Penyalahgunaan Proses Impor Komisaris Besar Krishna Murti.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, begitu tiba di lokasi pukul 14.38, 20 personel satgas itu langsung menuju lantai 2 dan 3. Enam polisi memelototi tumpukan dokumen di lantai 3, yang merupakan ruangan karyawan bagian administrasi dan keuangan. Adapun beberapa polisi lain tampak menggeledah ruangan di sisi selatan, tempat Victor, karyawan kantor itu, dicecar beberapa pertanyaan.

    "Pak Johan menghubungi Anda biasanya ke nomor ini?" tanya seorang polisi sembari memegang ponsel Victor. Johan ialah atasan Lucia Kuwandi yang turut terseret dalam kasus suap impor garam dan dwelling time. Polisi juga sempat menanyakan data-data keuangan perusahaannya. “Di mana Anda taruh cek belanja keluarnya?”

    Selain membawa sejumlah barang bukti, tim Satgas membawa Victor sebagai saksi dari PT Garindo. "Kami akan ke rumah Victor untuk menggeledah rumahnya di Tenggilis," ujar Krishna, yang juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Setelah memeriksa kantor di Surabaya, polisi akan menggeledah beberapa perusahaan importir maupun pabrik garam di Gresik dan Sidoarjo. "Minimal ada enam titik yang akan digeledah. Kantor, gudang, dan tempat-tempat lain. Kami tunggu hasil koordinasi dengan Jakarta. Sebab sentra-sentra yang terkait dengan garam ada di Jawa Timur," kata Khrisna.

    Polda Metro Jaya sendiri telah menetapkan enam tersangka kasus suap pengurusan izin di pelabuhan. Di antaranya Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi; Kepala Subdirektorat Impor Barang Modal Kementerian Perdagangan Imam Ariyanta; Musafah, pegawai harian lepas Kementerian Perdagangan; dan seorang perantara berinisial N. 

    Selain itu, polisi telah menetapkan status tersangka terhadap Direktur PT Garindo Sejahtera Abadi, Lucia Kuwandi. "Satu orang tersangka lagi, atasannya, atas nama CJ. Kami akan upayakan penangkapan, tapi sekarang dia masih berada di luar negeri," kata Khrisna.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.