Ogah Dikerjai Kartel Daging, Ridwan Kamil Kontak Gobel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stok daging terakhir untuk pesanan hari ini sebelum pedagang melakukan mogok jualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2015. Asosiasi Pedagang Daging  & Sapi Potong melakukan mogok jualan selama 5 hari karena mahalnya harga beli daging dari perusahaan besar yang mengatur mekanisme harga pasar. TEMPO/Prima Mulia

    Stok daging terakhir untuk pesanan hari ini sebelum pedagang melakukan mogok jualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2015. Asosiasi Pedagang Daging & Sapi Potong melakukan mogok jualan selama 5 hari karena mahalnya harga beli daging dari perusahaan besar yang mengatur mekanisme harga pasar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Aksi mogok jualan daging sapi yang dilakukan Asosiasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) beberapa hari ke belakang membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil gerah. Ridwan Kamil pun langsung menghubungi Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

    Kepada Gobel, Ridwan Kamil menitipkan pesan agar pemerintah pusat menjaga harga kebutuhan pokok, terutama daging sapi, agar bisa kembali normal seperti sediakala.

    "Saya telepon langsung Menteri Perdagangan. Saya bicara, intinya jangan sampai seperti dulu-dulu lagi. Jangan sampai harga daging sapi ditentukan oleh kartel atau kelompok pengusaha," kata Ridwan Kamil setelah inspeksi mendadak ke Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Ridwan Kamil mengaku akan sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah pusat. Asalkan, harga daging sapi bisa dibeli masyarakat di bawah harga yang ada saat ini, yang mencapai Rp 130 ribu per kilogram.

    "Kebijakan Menteri Perdagangan saya dukung, impor daging sapi yang 50 ribu ekor itu diserahkan ke Bulog sehingga Bulog bisa mengontrol harganya, bukan harga dari kartel pasar yang kadang tidak sesuai dengan asas keadilan di masyarakat," ujarnya.

    Selain itu, Ridwan Kamil berencana memanggil pengurus Asosiasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI), Selasa, 11 Agustus 2015. Dia berharap aksi mogok jualan bisa berakhir hari ini, meski jadwal mogok masih berlangsung hingga Rabu, 12 Agustus 2015. "Kami akan rapat dengan asosiasi pengusaha daging sapi Kota Bandung untuk memerintahkan mereka besok berdagang lagi," tuturnya.

    Menurut Ridwan Kamil, permintaan untuk berjualan kembali diharapkan bisa meminimalkan gejolak di masyarakat. "Mudah-mudahan perintah dan arahan wali kota dituruti, sehingga besok tidak ada gejolak lagi dan para pedagang bisa berjualan lagi, tentunya dengan harga kurang-lebih sama dengan harga operasi pasar," ucapnya.

    Gejolak yang timbul di masyarakat, Ridwan Kamil melanjutkan, adalah ikut meningkatnya harga bahan pokok lain, terutama daging ayam sebagai pengganti kebutuhan gizi daging sapi. "Memang ada sedikit dinamika saat harga daging sapi meningkat, banyak yang beralih ke ayam. Ayam juga jadi meningkat karena demand-nya tinggi. Mudah-mudahan, dalam dua hari setelah distabilkan, harga daging sapi dan ayam bisa turun lagi," tuturnya.

    Ridwan Kamil mengimbau para konsumen di Kota Bandung agar tidak panik menghadapi kelangkaan daging sapi akibat aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang. Pasalnya, sesuai komitmen dari Bulog Divre Jawa Barat, ketersediaan daging sapi dipastikan aman.

    "Kepada ibu-ibu di rumah, jangan khawatir, di Kota Bandung suplai daging sapi aman, tinggal datang ke pasar-pasar yang sudah ditentukan (operasi pasar)," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.