Rasiyo-Abror Mendaftar sebagai Penantang Risma-Whisnu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rasiyo (kiri) dan Dhimam Abror, pasangan calon penantang inkumben Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharisni-Whisnu Sakti Buana mendaftar di kantor KPU Surabaya, 11 Agustus 2015. TEMPO/Kanza Dora.

    Rasiyo (kiri) dan Dhimam Abror, pasangan calon penantang inkumben Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharisni-Whisnu Sakti Buana mendaftar di kantor KPU Surabaya, 11 Agustus 2015. TEMPO/Kanza Dora.

    TEMPO.CO, Surabaya - Pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid datang ke KPU Surabaya untuk mendaftar sebagai peserta pemilihan wali kota dan wakil wali kota di kota itu untuk periode 2015-2020. Mereka datang tepat di hari terakhir sebelum KPU akan memutuskan pemilihan kepala daerah (pilkada) akan ditunda hingga 2017 andai pasangan calon tetap tunggal.

    Rasiyo-Abror akan menantang pasangan inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Mereka tiba di kantor KPU Surabaya di Jalan Adityawarman, pukul 15.25. Pasangan calon yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini langsung keluar dari mobilnya.

    Calon Wali Kota, Rasiyo, mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam dipadu dengan celana dan sepatu hitam. Sementara pasangannya, Dhimam Abror, juga mengenakan baju senada hanya saja dipadu celana panjang cokelat.

    Pasangan calon yang dikawal beberapa pendukungnya itu langsung memasuki kantor KPU dan menuju lantai tiga untuk verifikasi berkas pendaftaran. Memasuki ruang pendaftaran itu mereka hanya dikawal oleh para elite Demokrat, sementara elite PAN datang kemudian.

    Hingga saat ini, proses verifikasi pendaftaran masih terus berlangsung, dan pasangan Rasiyo-Abror terlihat ngobrol santai di tengah pendaftaran itu. Abror terlihat lebih cerah dan sesekali tersenyum. Ini berbeda dibandingkan ketika mendaftar sebelumnya bersama pasangannya, Haries Purwoko, pada Senin pekan lalu.

    Saat itu, Haries memutuskan 'kabur' dengan alasan keluarga yang memicu dugaan adanya kaitan pilkada di Surabaya dan Pacitan yang juga berakhir berantakan. Di kedua daerah itu diduga PDIP dan Demokrat menjalin kesepakatan untuk saling 'mensukseskan' pilkada karena masing-masing hanya memiliki pasangan calon tunggal. 

    Pelaksana tugas Ketua Partai Demokrat Jawa Timur, Hartoyo, memastikan rekomendasi dari kedua partai pengusung Rasiyo-Abror sudah clear dan sudah dibawa pada pendaftaran kali ini. Dia memastikan bahwa pendaftaran kali ini sangat serius.

    "Sudah kami bawa semua surat rekomendasinya itu, kami siap mendaftarkan Rasiyo-Abror," katanya disela-sela proses verifikasi berkas-berkas awal pendaftaran.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.