Pedagang Mogok, Bulog Jawa Barat Sukses Jual 5,5 Ton Daging

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Barat melakukan operasi pasar selama tiga hari. Hal ini merupakan tindak lanjut aksi mogok berjualan yang dilakukan para pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi).

    Wakil Kepala Bulog Divre Jawa Barat, Eko Hari Kuncahyo, mengatakan antusiasme masyarakat Kota Bandung dalam membeli daging sapi seharga Rp 90 ribu per kilogram yang dijual dalam operasi pasar meningkat. Sementara pada Minggu, 9 Agustus 2018, operasi hanya dilakukan di tiga pasar di Kota Bandung, pada Senin, 10 Agustus 2015, ditambah menjadi sembilan pasar.

    "Kami melakukan operasi pasar di Kosambi, Cihaurgeulis, Sederhana, Kiaracondong, Ciwastra, Ujung Berung, Gegerkalong, Astana Anyar, dan Cijerah," kata Eko di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Selain di Kota Bandung, Bulog menggelar operasi di beberapa pasar lain yang tersebar di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Dari operasi pasar yang dilakukan sejak awal aksi mogok, Eko mengaku pihaknya telah menjual 5,5 ton daging sapi. "Hari Minggu terjual 800 kilogram daging, Senin 1.000 kilogram, hari ini sampai siang sudah 3 ton," ujarnya.

    Eko memastikan ketersediaan daging sapi untuk Jawa Barat aman hingga aksi mogok yang dilakukan para pedagang sapi selesai. "Stok kami mencapai 250 ton (di Jawa Barat), kami akan tetap menggelar operasi pasar sampai memang aksi mogok tidak dilakukan lagi," katanya.

    Di tempat yang sama, Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Rinal Siswandi mengatakan operasi pasar yang dilakukan di beberapa pasar di Kota Bandung sempat diprotes sejumlah pedagang sapi. Meski demikian, aksi tersebut tidak digubris karena pihaknya bertanggung jawab melayani masyarakat yang membutuhkan daging sapi.

    "Mereka kecewa, di satu sisi mereka tidak berjualan, tapi pemerintah malah melakukan penjualan. Kami cuma ingin masyarakat jangan sampai terganggu. Daging sapi ini kan bukan cuma untuk dimasak di rumah saja. Pedagang bakso juga butuh daging sapi," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga