Polri Serahkan Rekam Jejak Capim KPK ke Pansel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pansel Pimpinan KPK (kiri-kanan), Pansel Natalia Subagyo, Yenti Garnasih, Destry Damayanti, dan Supra Wimbarti memberikan keterangan pers di sela seleksi tahap ketiga calon Pimpinan KPK di Jakarta, 27 Juli 2015. Seleksi tahap III ini terdiri dari ujian psikotes, simulasi, diskusi kelompok, wawancara dan presentasi. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Pansel Pimpinan KPK (kiri-kanan), Pansel Natalia Subagyo, Yenti Garnasih, Destry Damayanti, dan Supra Wimbarti memberikan keterangan pers di sela seleksi tahap ketiga calon Pimpinan KPK di Jakarta, 27 Juli 2015. Seleksi tahap III ini terdiri dari ujian psikotes, simulasi, diskusi kelompok, wawancara dan presentasi. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menyerahkan hasil penelusuran rekam jejak 48 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada tim panitia seleksi. Ada tiga kriteria hasil penelusuran rekam jejak yang dilakukan Polri.

    "Secara resmi, saya sudah sampaikan. Bila di tengah perjalanan ada yang ditanyakan, kami akan tetap memberikan masukan," kata dia di Bareskrim, Selasa, 11 Agustus 205.

    Bareskrim memberikan tiga kriteria kepada 48 calon pimpinan (capim) KPK itu. Tiga kriteria tersebut, yaitu calon yang memiliki masalah, calon yang tak ada masalah tapi ada catatan di masa lalu yang pernah dilakukan, serta calon yang sama sekali tidak pernah ada masalah. Penelusuran dilakukan dari tiga unsur Polri, yakni reserse, intelijen kepolisian, serta divisi profesi dan pengamanan.

    Anggota Pansel KPK Yenti Ganarsih mengatakan penelusuran rekam jejak dari Kepolisian lebih penting dibandingkan dengan dari Kejaksaan Agung dan Badan Intelijen Negara. Alasannya, rekam jejak di Kepolisian sangat berkaitan erat dengan hukum. "Misal ada catatan tidak clear, itu sangat kami pertimbangkan," ujar Yenti.

    Waseso menjamin tak ada upaya kriminalisasi untuk capim yang nantinya terpilih. Dia berujar, tak ada kepentingan apa pun terhadap salah satu calon. Saat ditanya apakah ada indikasi capim yang pernah tersangkut kasus pidana, Waseso enggan menjelaskan. "Itu kapasitas pansel. Saya sudah sampaikan data dan faktanya," ujarnya.

    Wakil Ketua Pansel Enny Nurbaningsih berujar akan memilih delapan capim yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Ia berharap ada delapan capim yang terbukti bersih dan tak ada kesalahan di masa lalu. "Baru hari ini kami akan rapat. Kami akan tracking, mudah-mudahan delapan calon itu mendekati clear and clean," ujar Enny.

    Penyerahan hasil penelusuran rekam jejak itu dilakukan di gedung Bareskrim siang ini. Adapun tim pansel yang hadir, yakni ketua Destry Damayanti, Enny Nurbaningsih, serta Yenti Ganarsih.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.