Anggota BIN Abal-abal Memalak Nelayan, Ini Akibatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Kendari - Ishak Tanukila diringkus aparat Komando Distrik Militer 1417 Kendari.  Pria 51 tahun warga Kecamatan Abeli, Kota Kendari, itu, Senin, 10 Agustus 2015, ditangkap karena suka memeras nelayan yang tengah pulang dari mencari ikan.

    Tangkapan ikan nelayan oleh Ishak diminta kemudian dijual kepada seorang penadah. Yang membuat aparat TNI geram, Ishak ke sana-kemari mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara. "Saya hanya buruh bangunan, pakai nama BIN untuk menakuti-nakuti biar mereka mau kasih ikan," kata Ishak tentang modus yang dijalankannya.

    Komandan Unit Intel Kodim 1417 Kendari Letnan Satu Infantri Ruslan menceritakan kronologi penangkapan Ishak. Saat beraksi, anggota BIN gadungan itu mendatangi nelayan yang tiba di Pelabuhan Jayanti Group. Di tempat ini, nelayan menjual tangkapannya.

    “Awalnya ada laporan masyarakat bahwa ada warga yang mengaku anggota BIN dengan jabatan Kepala Staf Wilayah Sulawesi Tenggara. Setelah kami cek ternyata ia bukan anggota BIN," ucap Ruslan. Dalam sehari, kata Ruslan, pelaku memalak lebih dari empat kali. 

    Ruslan menyebutkan Ishak sudah dua tahun beroperasi di Pelabuhan Jayanti. Atribut BIN kerap dibawanya saat memalak. "Tapi semua dokumen yang dibawa palsu."

    ROSMNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.