Gereja Santa Clara Ditolak, Wali Kota Bekasi: Tak Ada Cacat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam jumpa pers terkait temuan beras plastik di Kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat, 21 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam jumpa pers terkait temuan beras plastik di Kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat, 21 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membantah tuduhan pengunjuk rasa yang menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi. Rahmat memastikan proses perizinan pembangunan gereja itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Tidak ada kecacatan," kata Rahmat, Senin, 10 Agustus 2015.

    Meski demikian, kata Rahmat, jika massa penolak gereja bersikeras menilai masih ada kejanggalan, pihaknya mempersilakan massa melakukan kajian ulang.

    Dia juga setuju status pembangunan Gereja Santa Clara dinyatakan quo hingga seluruh prosedur pendiriannya benar-benar memiliki kekuatan hukum. "Kami saling menghargai," kata Rahmat.

    Sebelumnya, sejumlah massa berkumpul di Islamic Center dan berunjuk rasa menolak pembangunan Gereja Santa Clara di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi di RT 2 RW 6, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi itu. Aksi mereka sempat membuat lalu lintas di Jalan Raya Ahmad Yani terhenti.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.