Dijerat Pemburu, Dua Harimau Sumatera Ini Butuh Rehabilitasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua harimau Sumatera muda bermain di kandang baru seharga  $19.5 juta (Rp 225.4 miliar) di kebun binatang San Diego Wild Animal Park, San Pasqual Valley, Amerika Serikat (21/5). Kandang ini juga memiliki air terjun, kolam, dan tempat tidur siang yang nyaman.  REUTERS/Mike Blake

    Dua harimau Sumatera muda bermain di kandang baru seharga $19.5 juta (Rp 225.4 miliar) di kebun binatang San Diego Wild Animal Park, San Pasqual Valley, Amerika Serikat (21/5). Kandang ini juga memiliki air terjun, kolam, dan tempat tidur siang yang nyaman. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Bengkulu - Dua harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) korban perburuan ilegal di Bengkulu butuh segera direhabilitasi. Keduanya adalah harimau yang diamankan Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) beberapa waktu lalu.

    "Harimau-harimau ini sudah terlalu lama dalam kerangkeng. Jika terlalu lama bisa stres," ujar dokter satwa BKSDA Bengkulu, Erni Suyanti Musabine, Senin, 10 Agustus 2015. Dokter yang akrab disapa Yanti itu mengatakan hingga saat ini kedua harimau bernama Elsa dan Giring itu berada di dalam kerangkeng berukuran seluas empat meter persegi yang ditempatkan di belakang kantor BKSDA Bengkulu.

    Secara fisik, menurut Yanti, kondisi keduanya telah membaik. Namun Elsa sampai saat ini mengalami cacat pada bagian tapak kaki kanan depan dan membutuhkan rehabilitasi untuk melatih fisik. Erni menyarankan Elsa diserahkan ke lembaga konservasi untuk keperluan perkembangbiakan. "Itu luka akibat jeratan pemburu," kata Erni.

    Erni memastikan kalau Elsa sangat memerlukan rehabilitasi. Jika ia langsung dilepas ke hutan maka dikhawatirkan dia akan kesulitan mendapatkan mangsa. Giring sendiri terlihat lebih sehat. Kondisinya kini sudah hampir pulih dan bisa dilepasliarkan ke habitatnya.

    Elsa diselamatkan dari jerat pemburu liar di perbatasan hutan dengan perkebunan sawit di Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada April 2014. Sedangkan Giring dievakuasi BKSDA setelah menyerang seorang petani karet hingga tewas di Kabupaten Seluma pada Maret 2015.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.