Kebakaran Hutan, Kalimantan Barat Lakukan Modifikasi Cuaca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Be-200 dikembangkan dan dirancang oleh Georgiy Mikhailovich Beriev, ia merancang sejumlah pesawat amfibi Uni Soviet di Taganrog. Meneruskan perjuangan Beriev, Aleksandr Yavkin, mulai mengembangkan Be-200 pada tahun 1990. Pesawat ini memang didesain untuk dapat membawa sejumlah air, yang dapat digunakan memadamkan kebakaran hutan selain kemampuan patroli maritim. suggestkeyword.com

    Be-200 dikembangkan dan dirancang oleh Georgiy Mikhailovich Beriev, ia merancang sejumlah pesawat amfibi Uni Soviet di Taganrog. Meneruskan perjuangan Beriev, Aleksandr Yavkin, mulai mengembangkan Be-200 pada tahun 1990. Pesawat ini memang didesain untuk dapat membawa sejumlah air, yang dapat digunakan memadamkan kebakaran hutan selain kemampuan patroli maritim. suggestkeyword.com

    TEMPO.COPontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan modifikasi cuaca. Cara ini ditempuh untuk menciptakan hujan buatan di kawasan gambut yang terbakar. Water bombing atau hujan buatan dilakukan mulai Selasa, 11 Agustus 2015.

    Pemprov Kalimantan Barat sudah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. "Akan dibentuk Komando Penanganan Darurat Bencana Asap akibat kebakaran itu," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat T.T.A. Nyarong, Senin, 10 Agustus 2015.

    Nyarong menuturkan sudah mengirimkan surat kepada Kepala UPT Hujan Buatan pada 5 Agustus lalu mengenai kegiatan ini. Modifikasi cuaca dilakukan di Lapangan Udara Supadio, Pontianak. “Lanud Supadio, Pontianak, menjadi pos komando. Sudah disiapkan pesawat Cassa 212-200 milik TNI AU untuk menaburkan garam NaCl ke awan,” tuturnya.

    Kegiatan ini terlaksana berkat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pembuatan hujan buatan selama 90 hari di Sumatera dan Kalimantan. BNPB mengalokasikan dana sekitar Rp 40 miliar untuk kegiatan ini.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.