Wapres JK: Ini Penyebab Indonesia Tertinggal dari Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas Pelaksanaan Pilkada Serentak di Kantor Presiden Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Juli 2015. Presiden menyatakan pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2015 harus berjalan lancar dan aman. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas Pelaksanaan Pilkada Serentak di Kantor Presiden Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Juli 2015. Presiden menyatakan pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2015 harus berjalan lancar dan aman. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Singapura -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan peringatan 50 tahun kemerdekaan Singapura semestinya menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bertanya pada diri sendiri ihwal capaian yang sudah diraih bangsa.

    "Singapura 50 tahun begini hasilnya. Tentu kita harus bertanya: apa yang sudah kita perbuat?" kata JK, di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Ahad, 9 Agustus 2015. "Kenapa kita jauh (tertinggal)  dari Singapura?"

    Menurut JK, Singapura bisa maju karena mereka menerapkan disiplin yang tinggi dan mempraktikkan prinsip detil. "Di sini kan caranya detil. Terencana," ujar dia.

    Karena itu, ia melanjutkan, jika mau maju seperti Singapura, Indonesia harus membuat perencanaan yang baik dan disiplin menjalankannya. "Sebenarnya kita jauh lebih punya potensi daripada Singapura," ucap JK.

    Kehadiran JK ke Singapura dalam rangka mengikuti peringatan 50 tahun kemerdekaan Negeri Singa. Di Singapura, JK menghadiri acara makan siang bersama Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam dan sejumlah kepala negara di Istana Kepresidenan Singapura. JK juga mengikuti puncak peringatan kemerdekaan di Padang Arena.

    PRIHANDOKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?