Ketatnya Pengawalan Pemindahan Napi Terorisme LP Lowokwaru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COMalang - Sembilan narapidana terorisme penghuni Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang, dipindahkan karena memicu keributan, Sabtu malam, 8 Agustus 2015. Sembilan narapidana ini dipindahkan menggunakan dua panser dan dua mobil tahanan. Mereka dipindahkan ke lima LP lain di Jawa Timur, yakni LP Porong, Pamekasan, Madiun, Lumajang, dan Probolinggo.

    Proses pemindahan berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 23.30 dalam tiga gelombang. Mereka dikawal petugas Detasemen B Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur. "Terbagi dalam tiga tim, masing-masing 15 personel," ujar Kepala Kepolisian Resor Malang Kota Ajun Komisaris Besar Singgamata.

    Polisi yang mengawal dilengkapi senjata laras panjang. Setiap tim dikawal mobil patroli Kepolisian Resor Malang Kota. Setelah sembilan narapidana terorisme dipindahkan, kini tak ada narapidana terorisme di LP Lowokwaru, Malang.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tempo, keributan terjadi saat jam besuk pada Sabtu siang kemarin. Seorang sipir penjara menegur William Maksum alias Acum alias Dadan yang menerima tamu karena jam besuk sudah habis. Namun William justru membalasnya dengan memukul dan menendang petugas sipir itu. Keributan pun tak terhindarkan hingga memancing narapidana lain.

    William menjalani masa tahanan di LP Lowokwaru sejak 13 Januari 2015 setelah divonis 12 tahun penjara. William merupakan narapidana terorisme asal Bandung yang tergabung dalam kelompok teroris pimpinan Abu Roban.

    Dia berperan mengumpulkan dana dari merampok bank untuk disalurkan ke kelompok Abu Roban dan Santoso. William ditangkap Densus 88 pada 7 Mei 2013 di Cipacing, Sumedang. Selain itu, ia diduga terlibat konflik di Filipina Selatan.

    Selain William, narapidana yang dipindah antara lain  Khairul Ikhwan, Budi Utomo, Wagiono, Agung Fauzi, dan Sutrisno. Mereka merupakan narapidana kelompok Abu Roban. Narapidana terorisme lain yang dipindah adalah Agung, terlibat kasus terorisme di Makassar, serta Fadli Sadama dan Tamrin, terlibat kasus terorisme merampok Bank CIMB Niaga, Medan.

    Sampai saat ini, belum ada keterangan dari LP Lowokwaru. Kepala LP Henny Purwaningsih belum bisa dikonfirmasi. "Kalapas akan memberikan keterangan pers besok pagi," ujar petugas LP Lowokwaru.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.