Banyak Merotasi Pejabat, Menteri Ferry: Jangan Resah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan  usai melaporkan Surat Pemberitahuan/SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi 2014 secara online di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, 30 Maret 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan usai melaporkan Surat Pemberitahuan/SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi 2014 secara online di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, 30 Maret 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Sleman -   Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan akan terus melakukan rotasi posisi pejabat di kementeriannya pada tahun ini. Dia menargetkan proses itu akan tuntas ketika usia jabatannya di Kementerian Agraria dan Tata Ruang mencapai setahun pada 28 Oktober 2015 mendatang.

    "Tapi, jangan resah. Jangan malah banyak minta ketemu saya, semakin sering ketemu saya, semakin besar potensi saya pindah," kata Ferry usai pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (Kapti) Agraria periode 2015-2020 di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2015.

    Ferry mengeluarkan pernyataan ini di depan ratusan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (Kapti) Agraria periode 2015-2020. Mayoritas dari mereka merupakan pegawai di Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional.

    Ferry mengklaim kebijakan mutasi di kementeriannya bukan merupakan sanksi bagi pejabat yang berseberangan dengan dia. Kritik dari internal Kementerian Agraria justru diharapkan oleh Ferry. "Saya terbuka terhadap kritik. Jangan takut digusur kalau punya jabatan."

    Menurut Ferry kebijakan penempatan pejabat di kementeriannya akan memakai metode kontrak berdasar waktu yang jelas. Misalnya, seorang pejabat akan ditempatkan dalam sebuah posisi selama sekitar enam bulan.

    Politikus Partai Nasdem tersebut berjanji tidak akan memberikan sanksi untuk pejabat dengan kinerja buruk di kementeriannya dengan mutasi. Pejabat seperti itu,  akan tetap memiliki jabatan dan fasilitas. "Hanya akan saya disfungsikan saja," kata Ferry.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.