Surabaya Didapuk Jadi Kota Kreatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival industri kreatif Popcon Asia 2015 mendeklarasikan Surabaya sebagai kota kreatif Indonesia. Gelar ini diberi karena pesatnya perkembangan industri kreatif di kota itu dengan dukungan pemerintah kota.

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pemerintah kota berkomitmen terus membantu anak muda Surabaya untuk berkarya.

    "Kami ingin ke tahapan selanjutnya, tidak hanya mendukung tapi mengembangkan industri kreatif agar jadi besar. Saya mulai dengan cara mempertemukan langsung anak-anak muda itu dengan investor," kata Risma saat menjadi pembicara di Popcon Asia 2015, Sabtu, 8 Agustus 2015.

    Karena itu, dalam festival ini, Risma memamerkan beberapa produk kreatif dari Surabaya. Misalnya Tata Rupa, yaitu workshop bersama desainer grafis Muda Surabaya dengan UKM Binaan Pemkot. Tata Rupa mengemas produk-produk UKM agar bergaya lebih pop.

    Selain itu, Risma dengan bangga memamerkan sejumlah karya anak muda yang mencoba mendesain ulang maskot Kota Surabaya--buaya dan ikan sura--agar lebih bernuansa pop.

    Risma menjadi pembicara dalam talkshow bertema accelerating the future Surabaya as a creative hub. Talkshow itu juga menghadirkan co-founder Popcon Asia, Sunny Gho; pemilik Layaria.com, Dennis Adhiswara; dan penulis komik Ockto Baringbing.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.