Ditinggal Mati Istri, Lelaki Ini Sayat Lengan Berulang Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Jason Lee

    REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Makassar - Ivan Marten, 32 tahun, warga Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Makassar, mencoba bunuh diri dengan menyayat kedua lengannya berulang kali. Tindakan nekat itu dia lakoni di rumahnya, Kamis, 6 Agustus, sekitar pukul 13.00 Wita. Ivan diduga frustrasi setelah ditinggal mati istrinya beberapa waktu lalu.

    Juru bicara Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Andi Husnaeni, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki motif pelaku sekaligus korban yang berupaya mengakhiri hidupnya. "Hasil pemeriksaan awal, Ivan mempunyai masalah pribadi yang mana istrinya baru saja meninggal dunia," kata Husnaeni, Kamis, 6 Agustus.

    Percobaan bunuh diri Ivan berawal saat pria yang merupakan karyawan swasta itu meminta berbagai macam obat kepada salah seorang adiknya, Irma. Salah satunya yakni obat sakit kepala. Tak berselang lama, seusai meminum semua obat itu, korban malah ditemukan oleh adiknya yang lain, Resta, dengan kondisi penuh luka sayatan pada bagian lengan.

    Beruntung, Ivan cepat ditemukan yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, untuk menjalani perawatan intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Husnaeni menerangkan, pada tubuh korban ditemukan masing-masing lima luka sayat pada lengan kanan dan tiga luka sayat pada lengan kiri. Ivan melukai dirinya menggunakan sebuah silet.

    Husnaeni mengatakan pihak Rumah Sakit Bhayangkara berencana membawa Ivan ke Rumah Sakit Jiwa Dadi untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Langkah itu penting guna memastikan kondisi mental dan kejiwaan Ivan agar kelak bila memang sudah pulih tak lagi melakukan perbuatan konyol tersebut.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.