Warga Dua Dusun di Dompu Bentrok, Tujuh Rumah Dibakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Zainuddin MN

    ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Dompu - Penduduk di dua dusun di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terlibat bentrokan. Perkelahian ini dipicu oleh kasus penembakan oleh orang yang tak dikenal. Warga yang terlibat adalah penduduk Dusun Jati Mengi dan Dusun Jati Baru, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Bentrokan ini berlangsung pada Rabu sore, 5 Agustus 2015.

    Kasus ini bermula dari munculnya kabar bahwa Mus Mulyadin, 22 tahun, warga Jati Mengi, tertembak di bagian kakinya. Isu yang berembus menyebutkan pelaku tinggal di Dusun Jati Baru. Warga Jati Mengi pun segera memblokade jalan yang menghubungkan dua dusun tersebut.

    Selain memblokade jalan, warga Jati Mengi menyerang warga Jati Baru menggunakan batu dan panah. “Warga Jati Mengi melakukan pembalasan, ” kata Furkan, warga yang melihat bentrokan.

    Warga Dusun Jati Megi, Leni Juniarti, 37 tahun, menderita luka di bagian kepala. Ia diduga terkena lemparan batu. Korban dilarikan ke rumah sakit karena kepalanya terus mengeluarkan darah. Warga Jati Mengi lantas melakukan serangan balik dengan membakar tujuh rumah penduduk.

    Bentrokan ini membuat kondisi dua dusun mencekam. Aparat keamanan berusaha melerai. Murid SMA Manggelewa dan siswa SD Negeri Manggelewa dipindahkan dari lokasi bentrokan karena sekolah mereka berada di antara dua dusun itu.

    Mobil pengendali massa Kepolisian Resor Dompu dan Brimob cukup lama menghalau massa yang saling serang. Aparat berupaya membongkar blokade tapi mendapat perlawanan sengit. Tembakan peringatan yang diarahkan ke udara terdengar berulang kali. Cara ini membuat warga semakin marah, terutama ibu-ibu. Mereka melempari aparat dengan batu.

    Menjelang magrib, bentrokan mulai mereda. Kepala Polres Dompu Ajun Komisaris Besar Brury Soekotjo memimpin langsung di lapangan. "Sekarang sudah mulai kondusif,“ kata Brury, Rabu, 5 Agustus 2015.

    AKHYAR M NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.