Pimred NU Online Minta Maaf Soal Berita Bohong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kisruh Muktamar NU, Gus Mus Menangis Minta Maaf.

    Kisruh Muktamar NU, Gus Mus Menangis Minta Maaf.

    TEMPO.COJombang - Pemimpin Redaksi NU Online Syafik Ali meminta maaf kepada semua jurnalis peliput Muktamar NU di Jombang. "Saya selaku Pemimpin Redaksi NU Online menyampaikan maaf kepada kawan-kawan peliput Muktamar atas pemberitaan kami yang menyinggung," kata Syafik di Media Center Muktamar, Rabu, 5 Agustus 2015.

    NU Online memuat laporan yang menuduh semua media massa berbohong soal terjadinya kericuhan yang terjadi di Muktamar. Sebaliknya, media itu melaporkan bahwa pelaksanaan Muktamar berjalan lancar dan tidak ada gejolak sama sekali.

    Menurut Syafik, seluruh mekanisme redaksi NU Online seharusnya melewati editing dan forum redaktur sebelum diberitakan. Namun dia berkilah pemberitaan itu lolos begitu saja tanpa diketahuinya. 

    Syafik menjelaskan, tidak seharusnya reporternya menyebut satu per satu media massa yang dituduh menyebarkan berita bohong. Namun, sebagai pemimpin redaksi, dia telah mempercayakan sepenuhnya proses peliputan itu kepada reporternya di lapangan. Jadi materi yang didapat sudah dianggap sesuai dengan kebenaran. 

    Sebagai media massa yang menjadi rujukan pemberitaan nahdliyin, dia banyak menerima pertanyaan dari pembaca soal kericuhan itu. Untuk menjawabnya, dia menurunkan laporan hasil pandangan mata reporter yang menyatakan jalannya persidangan soal AHWA berjalan lancar dan aman. "Kami akan menghapus laporan itu dan memuat permintaan maaf, agar hubungan kita tetap baik.”

    Para wartawan yang medianya tercantum dalam laporan NU Online menuding media itu sengaja mengaburkan fakta dengan menyampaikan berita yang tak sesuai dengan kenyataan. "Kalau perlu, pimrednya saya tunjukin rekaman ricuhnya," tutur cameramen salah satu televisi nasional.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?