Kasus Dwelling Time, Lima Saksi Abaikan Panggilan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi sudah memeriksa 18 saksi dalam kasus dugaan gratifikasi dan suap penyebab lambatnya waktu pengurusan izin bongkar muat impor barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, 13 saksi itu berasal dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. Sisanya berasal dari luar kementerian.

    Iqbal mengatakan selain 18 saksi itu, polisi sudah mengirimkan surat pemanggilan pada 3 Agustus lalu ke lima orang saksi dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. "Tapi sampai saat ini mereka belum datang," kata dia di kantornya, Rabu, 5 Agustus 2015.

    Iqbal menjelaskan, pihaknya akan kembali mengirimkan surat pemanggilan dua kali lagi. Kalau tidak datang, kata dia, polisi akan memanggil paksa lima orang saksi itu.

    Namun, kata Iqbal, dia tidak bisa menjelaskan hubungan lima orang itu dengan kasus ini. "Tergantung penyidik," katanya.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggeledah ruang Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kepolisian menyita uang senilai US$ 42 ribu (Rp 565,5 juta) dan Sin$ 4.000 (Rp 39,4 juta). Kepolisian juga sudah menetapkan lima tersangka, yaitu Kepala Subdirektorat Barang Modal Bukan Baru Kementerian Perdagangan berinisial Imam Aryanta; pegawai harian lepas, Musafa; dan perantara, N. Pengusaha L dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.