Ketua MA Hatta Ali Lantik 6 Hakim Agung Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Maria Anna Samiyati usai menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Hakim Agung dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 29 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Maria Anna Samiyati usai menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Hakim Agung dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 29 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali melantik enam hakim agung baru di gedung Sekretariat MA, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Agustus 2015.

    Keenam hakim agung yang baru dilantik tersebut adalah Suhardjono dan Wahidin sebagai hakim agung kamar pidana, Sunarto dan Maria Anna Samiyati sebagai hakim agung kamar perdata, Yosran sebagai hakim agung tata usaha negara, dan Mukti Arto sebagai hakim agung kamar agama.

    Pengambilan sumpah dilakukan di depan seluruh hakim agung. Sejumlah ketua pengadilan negeri, pengadilan tinggi, serta beberapa komisioner Komisi Yudisial. “Saya harap keenam rekan hakim agung yang seluruhnya dari hakim karier dapat menjalankan sumpahnya untuk bekerja dan melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya," ujar Hatta Ali.

    Hatta Ali menambahkan, seluruh hakim agung yang baru dilantik akan segera diberikan pembekalan oleh dirinya sebagai ketua MA dan seluruh pimpinan MA. “Pembekalan akan diberikan selama dua hari agar para hakim agung paham peran mereka yang tadinya juris facti menjadi sekarang judex juris,” ujarnya.

    “Kita juga akan memberikan rambu-rambu tentang bagaimana sikap seorang hakim, terutama dalam penyelesaian perkara dan juga bagaimana kedudukan dirinya sebagai pejabat negara.”

    RADITYA PRADIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.