Ganjar Pranowo: Politik Uang Tak Mungkin Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose bersama warga Solo dengan bingkai `Sehat tanpa Korupsi` saat berlangsungnya Car Free Day di Surakarta, Jawa Tengah, 3 Mei 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose bersama warga Solo dengan bingkai `Sehat tanpa Korupsi` saat berlangsungnya Car Free Day di Surakarta, Jawa Tengah, 3 Mei 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan praktek politik uang dalam hajatan pemilu mustahil dihilangkan. Termasuk pemilihan kepala daerah di 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah nanti.

    “Yang bisa hanya mengurangi," katanya saat memberi sambutan dalam acara pelantikan penjabat lima kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2015. "Hilang, enggak mungkin.”

    Ganjar mencontohkan negara lain yang tidak bebas dari korupsi. “Denmark saja yang negara bagus, tetap ada korupsi,” katanya. Di dalam negeri, menurut Ganjar, masyarakat juga sudah sangat terbiasa dengan politik uang. Ia mencontohkan, spanduk warga saat ini bukan bertulisan “Di Sini Menolak Money Politics”, melainkan bertulisan “Di Sini Siap Menerima Serangan Fajar”.

    Karena itu, ia mengusulkan agar ada perubahan pola kampanye dalam pilkada mendatang. Seharusnya kampanye diarahkan ke model debat dengan tema-tema spesifik. Misalnya, di Solo ada debat antar-calon kepala daerah bersama pedagang Pasar Klewer. Daerah lain bisa berdebat dengan tema kekeringan. Debat tematik seperti itu dinilai bisa mendidik masyarakat. “Kampanye debat bisa kurangi ongkos politik suap. Masyarakat juga diajari cerdas,” kata Ganjar.

    Tahun ini akan ada 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang akan ikut pelaksanaan pilkada serentak. Saat ini, tahapan pilkada sudah memasuki masa verifikasi syarat-syarat calon kepala daerah.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.