VIDEO: Begini Tim Gegana Geledah Pemilik Bom Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Gegana berjaga di lokasi ledakan bom rakitan di kompleks Puri Pattene Permai, Makassar, 3 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan dua orang warga dan mengakibatkan satu rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak ringan. TEMPO/Hariandi Hafid

    Tim Gegana berjaga di lokasi ledakan bom rakitan di kompleks Puri Pattene Permai, Makassar, 3 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan dua orang warga dan mengakibatkan satu rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak ringan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - Satu tim Gegana Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Selasa, 4 Agustus 2015, menggeledah rumah milik Haji Ramlah alias Haji Lolo. Haji Ramlah adalah korban meninggal yang diduga pemilik bahan peledak, yang meledak pada Senin, 3 Agustus 2015 kemarin.

    Rumah yang digeledah terletak di Blok C11 Nomor 5 Perumahan Puri Patte’ne Permai, berjarak hanya dua blok dari lokasi ledakan.

    Selama penggeledahan, polisi mengaku menemukan sejumlah dokumen dan peralatan yang diduga terkait dengan kegiatan perakitan bom. Polisi pun masih terus mengumpulkan data untuk mengembankan terus kasus ledakan ini. Termasuk untuk mencari tersangka pemilik bahan peledak dan kemungkinan adanya rencana aksi teroris.

    Dari rumah milik Haji Ramlah terlihat Gegana mengeluarkan beberapa dokumen dan benda ke teras rumah. Tapi tidak disebutkan dokumen dan benda apa yang diambil.

    Simak videonya, lengkap dengan wawancara Kapolsek Biringkanaiyya, Kompol Azis Yunus.

    MUHAMMAD YUNUS (MAKASSAR)

    Video Ledakan Makassar Lainnya:
    Mengenaskan, Korban Bom Makassar Tangannya Terlepas
    Dampak Bom Makassar: Tewaskan 2 Orang, Rusak Sejumlah Rumah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.