Anggaran Pilkada Kabupaten Bandung Tersendat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memperhatikan layar perhitungan suara pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot Bandung 2013 di Bandung Convention Center, Bandung (28/6). Hampir separuh warga kota Bandung memilih golput pada Pilkada lalu.  TEMPO/Prima Mulia

    Seorang petugas memperhatikan layar perhitungan suara pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot Bandung 2013 di Bandung Convention Center, Bandung (28/6). Hampir separuh warga kota Bandung memilih golput pada Pilkada lalu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Proses pengajuan berkas bakal calon Bupti dan Wakil Bupti kabupten Bandung sudah memasuki tahap akhir penyeleksi. Ketiga pasang bakal calon sudah mengantongi izin melenggang kepersaingan kampanye terbuka. Hal tersebut terbukti ketika penyerahan berkas administrasi dan tes kesehatan yang dilakukan pada hari ini, Senin 3 Agustus 2015.

    "Pada dasarnya semua calon sudah memenuhi syarat dari KPU tinggal melengkapi data pribadi saja, seperti kelengkapan ijazah dari calon-calon masih dilakukan pelengkapan tersebut" ujar Atip Tartiwa, Ketua KPU Kabupaten Bandung saat ditemui di kantor KPU Senin, 3 Agustus 2015

    Menurutnya selama masa Pemilihan Kepala Daerah dimulai tidak banyak kendala yang dirasakan, semua peserta mengikuti proses sesuai aturan, hanya saja Atip menyayangkan pendanaan yang mandek untuk kegiatan pemilihan tersebut. Dana yang dijanjikan akan turun secara keseluruhan pada tanggal 27 Juli kemarin hingga saat ini masih tersendat.

    "Yang agak riskan itu soal dana, memang sudah turun tapi sebagian. Itu juga belum setenghanya turun. Dari 56 M yang baru turun itu 17 M. Kemarin janjinya pemerintah tanggal 27 juli sudah lunas anggaran semua tapi belum sih sampai sekarang," ujar Atip

    Atip khawatir jika anggaran tidak turun tepat waktu maka pelaksanaan proses pilkada ini akan tersendat, pasalnya banyak biaya yang masih harus dikeluarkan dalam kegiatan seperti Alat Peraga Kampanye (APK) yang mencapai angka Rp 9 milyar untuk iklan di media dan kegiatan debat publik.

    "Pihak kami terus berkoordinasi dengan pemerintah soal anggaran, takut jadi kendala dalam proses penyelenggaraannya. Hitung-hitungan untuk kampanye sudah pas tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan, dan anggaran yang diminta kami sudah sesuai serta disepakati pemerintah" ujar Atip

    DWI RENJANI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.