Penjelajah Ini Nekat Mendaki Raung Kala Siaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung mengeluarkan asap solvatara terlihat dari Desa Sempol, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juli 2015. ANTARA FOTO

    Gunung Raung mengeluarkan asap solvatara terlihat dari Desa Sempol, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juli 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COBondowoso - Aris Yanto, peneliti dan penjelajah gunung api di Indonesia asal Tangerang, Banten, berhasil mendokumentasikan erupsi Gunung Raung pada 7 Juli 2015, seminggu setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Raung dari waspada menjadi siaga.

    Kepada Tempo, Aris mengaku mendaki gunung yang terletak di tiga kabupaten, yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, itu dari Sumberwringin, Bondowoso. "Pendakian dan pengamatan erupsi itu semata-mata untuk keilmuan (pengetahuan) dan informasi," ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2015.

    Pria yang sudah malang-melintang selama 12 tahun menjelajahi hampir semua gunung api aktif di Indonesia ini mengatakan kegiatannya tersebut bukan untuk gagah-gagahan. "Ini juga untuk publik," ucapnya. Bahkan Aris membagi informasi yang dia peroleh itu untuk PVMBG juga. 

    Menurut dia, pendakian ke Gunung Raung yang sedang erupsi dilakukannya bukan tanpa bekal sama sekali, baik keilmuan maupun pengalaman. "Saya sebelumnya melakukan riset selama dua minggu, ditambah dengan pengalaman selama ini mendaki gunung-gunung api di Indonesia," tuturnya.

    Riset itu dilakukannya untuk mengetahui bagaimana letusan Raung. "Letusannya stabil atau tidak," kata Aris. Atas dasar riset ditambah pengalaman melakukan penelitian dan pengamatan gunung, pendakian itu pun dilakukan. 

    Aris mengaku mendedikasikan informasi yang diperolehnya itu untuk kepentingan publik. "Itu untuk masyarakat juga, sehingga masyarakat mengetahui bagaimana sebenarnya Raung itu," ucap Aris.

    Dia berujar, publik perlu diberi tahu, jika perlu secara detail, terkait dengan perkembangan aktivitas Gunung Raung. Aris menuturkan sudah banyak kenal baik dengan vulkanolog-vulkanolog di PVMBG, termasuk Surono. 

    Sebagai peneliti dan penjelajah gunung api, Aris sangat memahami risiko yang dihadapi saat berada di gunung yang sedang erupsi, seperti kehilangan nyawa. "Saya sangat memahami risiko yang harus ditanggung," katanya.

    Namun, demi pengabdian terhadap kepentingan publik, dia harus melakukan kegiatan pendakian itu. Ihwal teguran dari PVMBG atas aktivitasnya melakukan pendakian, Aris mengaku belum ada yang menegurnya.

    Aris juga tidak yakin pemerintah marah atas aktivitas menempuh risiko yang dilakoninya sebagai peneliti dan penjelajah gunung api. Aris tidak bersedia memberikan tanggapan ihwal “marahnya” pemerintah atas aktivitas yang dia lakukan.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.