Kerusuhan di Sumur Minyak Banyuurip, Polisi Dalami Perusuh Bermasker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Bojonegoro:  Pengusutan kasus kerusuhan di sumur minyak Banyuurip Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, memasuki babak baru. Polisi kini sudah memeriksa 23 orang, dan tengah mengidentifikasi perusuh yang pakai penutup muka.

    Menurut Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Fuisher, pihaknya kini terus memeriksa sejumlah orang. Dari sebelumnya 20 kini bertambah menjadi 23 orang.

    Selain itu, polisi juga mendalami sejumlah gambar dari kamera pengawas CCTV yang ada di areal engineering, procurement, and construction (EPC) 1. “Kalau ada ditemukan pemicunya,  polisi bertindak sesuai porsinya,” katanya  di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Senin 3 Agustus 2015.

    Menurut Hendri, upaya penegakan hukum masih berstatus penyelidikan. Namun  prosesnya akan dilanjutkan pada tahap penyidikan, jika memang hasil pengusutan di lapangan mengarah ke pidana. Seperti  ada  yang menggerakkan di lapangan, perusakan dan juga pencurian.
    Apalagi, tim penyidik, juga telah mengumpulkan data di lapangan, saksi-saksi di lapangan, serta pendukung lain. Seperti  menggunakan penutup muka. “Langkah kita, tetap sesuai tahapan,” kata Hendri.

    Hendri menambahkan, di  beberapa foto yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah  perusuh menggunakan topi dan penutup muka, melakukan perusakan. Termasuk menggulingkan mobil, serta melakukan pelemparan ke perkantoran di areal EPC-1 di Gayam, Bojonegoro.
    "Rekaman kamera pengawas, data lapangan dan juga saksi inilah yang dijadikan bahan baku polisi mengungkap kasus ini," kata Hendri.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.