Dosen Ini Temukan Batu Mirip Artefak di Sukabumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batuan yang diduga artefak manusia pra sejarah temuan Yoga Candra di Sukabumi selatan, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Anwar Siswadi

    Batuan yang diduga artefak manusia pra sejarah temuan Yoga Candra di Sukabumi selatan, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, BANDUNG -Seorang dosen Pendidikan Geografi di Universitas Islam 45 Bekasi, Yoga Candra, menemukan 6 buah batu yang diduga artefak manusia purba. Batu yang disebutnya mirip dengan alat kapak batu genggam atau perimbas itu ditemukan di kampung halamannya, Sukabumi, Jawa Barat.

    Menurut Yoga, 32 tahun, ia menemukan batuan yang diduga artefak peralatan manusia purba untuk mengolah makanan itu di suatu daerah di Sukabumi bagian selatan, 22 Juli lalu. “Jarak radiusnya dari Gunung Padang, Cianjur, sekitar 14 kilometer,” ujarnya kepada Tempo di Bandung, Ahad, 2 Agustus 2015. Gunung Padang merupakan situs budaya batuan besar atau megalitikum.

    Kepada Tempo, Yoga memperagakan pola-pola penggunaan batuan temuannya itu sebagai peralatan. Berdasarkan bidang potongan batu, irisan simetris, dan bidang runcing batu yang ergonomis, batuan itu dinilainya tepat untuk digenggam. “Dan ada bagian runcing yang terkikis,” kata dia.

    Ia berharap temuan batu itu bisa diperiksa Balai Arkeologi. Tujuannya untuk memastikan batu itu, apakah benar kapak genggam atau perimbas, atau sebaliknya. “Kalau itu benar artefak, pemerintah harus segera bertindak,” ujarnya. Sebab batuan berbentuk seperti itu kini dipakai warga untuk menjadi bahan pembuatan jalan desa di lokasi temuan.

    Yoga mengatakan, dari ciri-ciri batu temuannya, peralatan itu diduga dipakai pada zaman paleolitikum. Zaman batu tua di masa prasejarah itu bermula kira-kira 50-100 ribu tahun lalu.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.